THANK' TO ALLAH SWT


اَللّهُمَّ اِنِّي اَعُوْ ذبِكَ مِنَ اْلهَمِّ وَاْلحَزَ نِ وَ اَ عُوْ ذ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَاَعُوْذ بِكَ مِنَ اْلجُبْنِ واْلبُخْلِ وَأَعُوْذ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّ يْنِ وَ قَهْرِ الرِّ جَالِ

Jumat, Juli 24, 2009

keutamaan bulan SYA'BAN

Firman Alloh,"Innaloha wa malaikatahu yusholluna ala nabi, ya ayyuhaladzina amanu shollu alaihi wa salimu taslima"artinya," Sesungguhnya Alloh dan malaikatNya bersholawat pada Nabi (Muhammad), wahai orang-orang yang beriman, bersholawatlah pada Nabi (Muhammad)".Sabda Nabi,"Bulan Rojab adalah bulan Alloh, bulan Sya'ban adalah bulanku, dan bulan Romadhon adalah bulannya Alloh, tetapi sedikit yang mengingat bulan Sya'ban. Sebagai bulannya Nabi Muhammad SAW.Mengapakah bulan Sya'ban disandarkan pada Nabi Muhammad SAW ??Perhatikanlah, turunnya ayat di atas, yaitu tentang perintah bersholawat, Firman Alloh,"Innaloha wa malaikatahu yusholluna ala nabi, ya ayyuhaladzina amanu shollu alaihi wa salimu taslima", ayat tersebut turunnya adalah di dalam bulan Sya'ban.Sebab itulah, pada bulan ini, bagi orang-orang tasawuf (yang mendalami melalui thoriqoh), merupakan kesempatan besar untuk mendekatkan diri pada nabi Muhammad, melalui memperbanyak membaca sholawat, dimana saja, kapan saja, dan dalam keadaan apa saja.Kalau bagi orang yang perempuan yang lagi berhalangan, tidak diperkenankan untuk sholat, tetapi membaca sholawat pada Nabi adalah merupakan ibadah yang tetap boleh dilaksanakan oleh mereka.Kemudian perhatikanlah firman Alloh di atas,
1. Alloh bersholawat pada Nabi Muhammad.
2. Malaikat bersholawat pada Nabi Muhammad.
3. Orang-orang yang beriman bersholawat pada Nabi Muhammad.
Ada tiga macam sholawat pada Nabi Muhammad. SholawatNya Alloh, Sholawatnya malaikat dan sholawatnya orang-orang mukmin. Yang masing-masing adalah berbeda.Bagi umumnya pemahaman, bersholawat (sholawatnya orang mukmin) adalah MENGHADIAHI do'a pada Nabi. Bagi sebagian lagi orang awam, bersholawat pada Nabi adalah mendo'akan Nabi Muhammad agar senantiasa diberi KESELAMATAN.Maka menurut pemahaman yang saya yakini, dua pendapat umum di atas adalah kurang tepat dan akan membuka peluang bagi orang agama lain untuk menyerang agama Islam."Lihatlah, Nabinya Islam itu masih meminta di do'akan supaya selamat, maka jelas berarti Nabi Muhammad adalah BELUM selamat. Ya lebih baik beragama Kristen, karena Yesus tidak minta dido'akan selamat lagi, karena Dia adalah Juru selamat."Bagaimanakah seandainya kita ditanya seperti itu ???Perhatikanlah yang kedua.Masalah MENGHADIAHI do'a pada nabi Muhammad. Hadiah itu diberikan dari seseorang yang "berlebih", pada seseorang yang "kurang". Maka beranikah kita mengatakan derajat kita MELEBIHI derajatnya Nabi Muhammad SAW?? Sama artinya menaburkan garam ke dalam lautan.("Nguyahi segoro", -bhs Jawa). Lalu, bagaimanakah semestinya ???Ada lagi yang berpendapat, bahwa ibaratnya kita membaca sholawat itu, seperti menambahi air di satu tempat, sedangkan di tempat itu airnya sudah penuh, maka air yang kita tambahkan akan jatuh kembali pada diri kita.Ini juga sama saja kurang tepatnya.Pahamilah ini benar-benar.Bahwa Nabi Muhammad itu adalah sebaik-baiknya manusia dan semulia mulianya manusia. Beliaulah yang dapat memberikan SYAFA'AT pada kita.Beliaulah USWATUN HASANAH, beliaulah WASILATUL UDMA. Lalu bagaimanakah semestinya iktiqod kita di saat bersholawat ???"Sholawat" akar katanya adalah "Shollu". Sama dengan akar kata dari "Sholat", yang "Shollu" itu berarti "HUBUNGAN", pada saat kita membaca sholawat pada Nabi, ibarat kita memasang suatu jalur penghubung antara kita pada Nabi.Atau itu sama artinya kita menjalin KOMUNIKASI dengan nabi Muhammad.Di sinilah mestinya IKTIQOD kita.Sambil mengharap syafaat beliau, mengharap petunjuk beliau, mengharap limpahan rohmat beliau, sebagaimana yang sudah kita pahami."TAAT pada ROSULULLOH sama dengan TAAT pada ALLOH""Tidak akan sampai pada ALloh kecuali melalui Muhammad". Apakah kita pernah berpikir bahwa ALloh mengajarkan Islam secara langsung pada kita ??Tidak......., melainkan Melalui beliaulah(Muhammad), Alloh menurunkan ajaran Islam pada seluruh umat manusia.Beliaulah WASILATUL 'UDMA, atau "WASILAH YANG AGUNG".Kemudian melalui para Ulama "Warosatul Anbiya" atau Ulama yang mewarisi ilmu-ilmu para nabi-lah kita memperoleh pengajaran dan keterangan tentang agama Islam.Tidak langsung dari Alloh seketika, pada kita, melainkan melalui perantara beliau-beliau itu, para alim ulama, para tabiin, para sahabat dan melalui Nabi Muhammad SAW.Sebab itulah Alloh memerintahkan pada kita di Al-Qur'an untuk mencari PERANTARA atau WASILAH yang dapat mendekatkan diri pada-Nya.Para sahabat juga berdo'a dengan memanfaatkan PERANTARA Muhammad, Paman Muhammad, Ibnu Abbas, dll.Kembali pada keutamaan bulan Sya'ban.Pada bulan ini, sekali lagi merupakan kesempatan kita mendekatkan diri pada Nabi Muhammad SAW melalui banyak-banyaklah membaca sholawat pada beliau.Sholawatnya Alloh pada Muhammad adalah berbeda dengan sholawatnya malaikat pada Nabi Muhammad, dan berbeda pula dengan sholawatnya orang mukmin pada Muhammad.Sholawatnya malaikat adalah berbeda dengan sholawatnya Alloh pada Muhammad dan berbeda pula dengan sholawatnya orang mukmin pada Muhammad SAW.Kemudian, Pada tanggal 15 Sya'ban atau nisfu sya'ban, merupakan puncak keistimewaan bulan ini, dan sungguh-sungguh sangat merugi orang yang tidak mau memanfaatkan tanggal tersebut untuk memohon pada Alloh.Pada tanggal 15 Sya'ban itu-lah turun 300 rohmat, sebagaimana berita Jibril pada Muhammad.Dan pada tanggal 15 Sya'ban inilah seandainya catatan "pencabutan nyawa seseorang" untuk tahun depan sudah akan berlaku, pada malam 15 Sya'ban ini, catatan itu turun pada malaikat pencabut nyawa.Sekelompok orang-orang tasawuf memanfaatkan malam ini untuk memohon pada Alloh, agar seandainya catatan itu untuk kita sudah turun, mohon supaya ditangguhkan.Yang berikutnya, tak kalah pentingnya adalah,Di dalam QS Al ma'un, mengapakah sebab tidak mau menyantuni anak yatim dan fakir miskin, maka terkenalah seseorang itu cap/stempel KADZIB, Pendusta Agama ?Allah berfirman "La'natullah alal Kadzibin" "Laknatnya Allah atas orang2 pendusta agama"Jadi seandainya sudah mengerjakan sholat selama bertahun-tahun, sudah mengerjakan puasa, zakat bahkan ibadah haji yang berulang kali,tetapi pabila tidak mau menyantuni anak yatim dan fakir miskin, maka DUSTAlah adanya, seluruh ibadah yang dilakukan akan hangus terbakar, musnah.Nabi bersabda "Keimanan tanpa Kemanusiaan" adalah Kadzib, Dusta, sementara"Kemanusiaan tanpa keimanan" itu adalah fatamorgana. Seolah-olah baik, tetapi ternyata tidak baik.Kadzib ada 232x disebutkan di dalam al Quran, lalu ada rahasia apa dibalik menyantuni anak yatim dan fakir miskin ?Marilah kita sejenak melihat sejarah Rasulullah saw,Beliau dulunya adalah anak yatim dan juga beliau dulunya adalah fakir miskin.Maka tahulah kita hakekat daripada menyantuni anak yatim dan fakir miskin, sebenarnya adalah hakekatnya kita menjalin hubungan dengan nabi Muhammad saw sendiri yang mulai dulu memang anak yatim dan juga termasuk fakir miskin.Maka tidak heran jika Nabi berkata "Mereka yang menyantuni 3 anak yatim, maka dia akan berada di dalam sorga dekat dengan aku sebagaimana deketnya dua jariku ini"Pada bulan Sya'ban ini marilah, saya mengajak saudara-saudara seiman, untuk benar-benar memanfaatkan hari-hari, jam-jam, bahkan tiap detik, untuk dijaga agar tidak lepas HUBUNGAN dengan Nabi Muhammad SAW, melalui bacaan-bacaan sholawat dan menyantuni anak yatim dan fakir miskin.Dan bila itu kita kerjakan, tak heran bila Nabi Muhammad saw sendiri yang akan menemui kita :)

www.huttaqi.org




Jumat, Juli 03, 2009

KONTRAK CINTA


Sebuah Nasihat Untuk Yang akan berkeluarga dan juga yang sudah berkeluarga, dari milis tetangga.
Banyak Orang yang menganggap nafkah hanyalah materi. Ada juga yang beranggapan nafkah itu terbagi dua, yaitu nafkah lahir (materi) dan nafkah batin (Seks) . Padahal nafkah itu jauh mencakup banyak hal.
Sebuah cerita sederhana tentang sepasang suami istri dan seoranganaknya yang masih kecil, dimana sang suami bekerja di sebuahperusahaan dan mempunyai penghasilan yang tidak mencukupi. Tapikerukunan dan kebahagiaan melingkupi keluarga itu.Setiap hari di waktu kerja, ketika jam menunjukkan waktu pulang,tanpa banyak cakap sang suami segera bergegas pulang.Selama tidak adapekerjaan yang urgent buat besok pagi atau tidak bisa dikerjakan dirumah begitu piker sang suami. Karena hal ini terjadi setiap hari,maka teman-teman kantornya sampai hafal kebiasaan sang suami ini.
Sering kali mereka mencandai hal ini. Tapi hal itu hanya ditanggapidengan senyum. Sampai suatu kali akhirnya sang suami menjelaskan kenapaia melakukan kebiasaan itu kepada temannya. Saya hanyamenjalankan nasihat ustad saya. Kata beliau kita mempunyai kewajibanuntuk memenuhi hak-hak yang telah kita ikat dengan perjanjian.Contohnya perusahaan tempat kita bekerja, mempunyai hak atas kitaselama 8 jam dari jam masuk sampai jam pulang. Maka kita harus memenuhihak-hak itu. Lalu istri dan keluarga mempunyai hak atas kita juga,karena kita telah mengikat perjanjian dalam sebuah KONTRAK CINTA.
Waktu yang diberikan kepada keluarga harus waktu tebaik seperti waktuyang kita berikan kepada perusahaan, bukan waktu sisa. Maka ketikawaktu pulang datang, habislah hak perusahaan atas saya dan dimulailahhak keluarga atas saya.
Ah, jika materi tidak cukup saya berikan kepadakeluarga, maka waktu tidak boleh kurang saya berikan kepada merekabegitu batin sang suami.
Sebuah pelajaran besar dari orang-orang kecil dan sederhana. Pernahsuatu saat sang suami ditawarin pekerjaan sampingan yang dilakukan padamalam hari dan hari sabtu yang akan menyebabkan waktu untuk keluarganyaberkurang. Maka ia putuskan mengajak istrinya untuk berunding.Bunda,aku ditawarkan pekerjaan yang dapat menambah penghasilanku untukkeluarga namun di lakukan di malam hari dan di hari Sabtu, tapi tentukamu tahu konsekuensinya maka aku tawarkan kepadamu, apakah kamu inginaku memberimu materi atau memberimu waktu?€ ¢â’ ’½. Dengan tatapan lembut sang istri berkata "Cukuplah waktu dan perhatianmu yang aku butuhkan dari dirimu". Maka dengan senyuman mantap, sang suami menolak tawaran pekerjaan itu.
Sesungguhnya keadaan keluarga ini sangat kekurangan namun rasaQana'ah atas yang mereka miliki, menumbuhkan rasa syukur terhadap AllahSubhana wa Ta'ala dan Allah Subhana wa Ta'ala membalasnya denganmemberi mereka kebahagiaan lahir dan bathin. Apalagi yang dicari didunia ini selain kebahagiaan lahir dan bathin?
Di balik kesabaran sang istri, tumbuh pula rasa syukur karena sangsuami masih punya waktu ketika ia membutuhkannya dan sang suamimembantunya tanpa ia meminta. Dan di balik rasa syukur sang suamikarena memiliki istri yang sangat pengertian maka ia memiliki rasasabar dalam memenuhi kebutuhan keluarga dan selalu berdoa kepada AllahYang Maha Kaya lagi Maha Pengasih.
Sang suami teringat janji sebelum mereka menikah Akutidak bisa berjanji untuk bisa mencukupi kebutuhanmu dan aku tidak bisaberjanji memberi yang kamu inginkan, namun aku berjanji aku tidak akanpernah berhenti berusaha untuk itu.
Maka itulah yang membuat sang istri bertahan diterpa badai yang berusaha merobohkan mereka.Toh nafkah tak hanya materi,begitu batin sang istri.
Kita mengetahui, berapa banyak manusia yang begitu gencarnya mencarinafkah materi untuk keluarganya, mereka memiliki rumah yang mewah,mobil yang juga mewah serta banyak hal mewah lainnya, namun, tidak jugamereka merasakan bahagia lahir dan bathin.Salah seorang sahabat pernah mengirimkan sms kepada saya :
Dalam hidup banyak pilihan, ada yang mengeluh dan merasa jenuh, ingin jatuh dan berkata¸LELAH, Ada juga yang lelah tubuh dan pikiranpun penat, tapi tetapsemangat, Ada yang ingin INI, ingin ITU dengan berkata seandainya,dan Ada juga yang QONAAH dengan berkata ¸Cukup Allah saja bagiku,Lalu apa pilihan Anda?
============ ========= ====
Disalin dari majalah Shaff edisi April 2009, judul Asli : NafkahBukan Hanya Materi, diedit dan ditambahkan seperlunya oleh : Salman AlMuhandis
Seorang manusia yang berharap menjadi Suami Sholeh bagi Istrinya, Ayah Sholeh bagi Anak-anaknya dan Mushlih bagi masyarakatnya
~ Jangan Mati Sebelum Berarti, Berbuatlah Yang Terbaik, Karena Hidup Hanya Sekali ~
abdulazis.com-
Dan apabila ada seorang yang mencacimu dengan sesuatu yang kamu tidak melakukannya maka janganlah kamu mempermalukannya dengan sesuatu yang ia lakukan (H.R. At-Thoyalisi dr JAMIR bin SULAIM)


Senin, Juni 08, 2009

PERMATA YANG HILANG


Akhlaq di zaman ini ibarat permata yang hilang pada diri kebanyakan insan. Kita akan menyaksikan kemunduran akhlaq merebak dimana-mana; mulai dari anak kecil sampai orang tua, kecuali orang yang dirahmati Allah -Azza wa Jalla-. Tak heran jika koran-koran dan media massa lainnya dipenuhi dengan berita-berita yang memuakkan, dan rendah; menunjukkan terjadinya erosi dan krisis akhlaq alias moral pada diri generasi muslim, terlebih lagi yang kafir. 

Krisis ini terjadi dalam semua lini kehidupan; mulai dari cara makan, buang air, bermu'amalah dengan anak kecil atau orang tua, cara berdagang, beribadah, berpolitik, berkata dan berucap. Semuanya jauh dari tuntunan Allah & Rasul-Nya. Tak heran jika kita akan melihat generasi kita banyak yang cinta musik, padahal musik itu HARAM. 

Nabi -Shallallahu 'alaihi wa sallam- bersabda dalam mengharamkannya, 
"Akan ada beberapa kaum diantara ummatku yang akan menghalalkan zina, kain sutera (bagi laki-laki), khomer, dan musik". [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (5590), dan Abu Dawud dalam Sunan-nya (4039)] 

Sekalipun Nabi -Shallallahu 'alaihi wa sallam- telah menyatakan haramnya musik, maka tetap saja musik menjamur. Setiap sudut kota dan desa dikotori oleh seruling setan itu (yakni, musik). Bahkan para pemuda berlomba membentuk club-club dan grup-grup musik; maka muncullah konfilasi band-band, semisal Padi, Raja, Ungu, Keris Patih, Dewa 19, dan lainnya. Parahnya lagi, sebagian grup band ini membuat lagu-lagu yang bernafas "islam" yang dihiasi oleh musik. Akibatnya, kaum awam tertipu dan menyangka bahwa disana ada musik islami. Padahal semua musik adalah haram, sebab semuanya akan memalingkan manusia dari mempelajari Al-Kitab dan Sunnah, dan menghabiskan waktu. Allah -Ta'ala- berfirman menceritakan kondisi sebagian manusia yang menciptakan nyanyian untuk menjauhkan manusia dari Al-Qur'an, 

"Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan, dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan" .(QS. Luqman: 6). 

Apa yang dimaksud dengan "perkataan yang tidak berguna"? Mari kita dengarkan tafsirannya dari dua Imam ahli tafsir, dan ulamanya para sahabat. 

Abish Shohba' Al-Bakriy berkata, "Abdullah bin Mas'ud pernah ditanya tentang ayat ini (lalu ia bawakan ayat di atas), maka Abdullah bin Mas'ud berkata, 

"Demi Allah, itu adalah nyanyian". [HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushonnaf (21130), Ath-Thobariy dalam Jami' Al-Bayan (10/201), Al-Baihaqiy dalam Syu'abul Iman (5096), dan Al-Hakim dalam Al-Mustadrok alaa Ash-Shohihain (3542). Hadits ini di-shohih-kan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Ash-Shohihah (jilid 6/hal. 1017)] 

Abdullah ibnu Abbas-radhiyallahu 'anhu- berkata, 

"Itu adalah nyanyian dan semisalnya" . [HR. Ibnu Abi Syaibah (21137), Al-Bukhoriy dalam Al-Adab Al-Mufrod (786 & 1265), Ibnu Abid Dun-ya dalam Dzammul Malahi (no.12), Ath-Thobariy dalam Jami' Al-Bayan (10/201), dan Al-Baihaqiy dalam Sunan-nya (20793). Hadits ini di-hasan-kan oleh Syaikh Muhammad bin Musa Alu Nashr & Salim Al-Hilaliy dalam Al-Isti'ab fi Bayan Al-Asbab (3/63)] 

Ayat di atas merupakan bukti nyata bahwa seorang yang mencintai nyanyian, apalagi diiringi musik, maka ia akan terpalingkan dari jalan Allah, sadar atau tidak !! Lihatlah para remaja -bahkan juga orang tua- yang kecanduan lagu dan musik, ia akan malas membaca Al-Qur'an, sholat, dan melakukan kebaikan. Malas mendengarkan nasihat, dan membenci orang-orang sholeh yang menasihatinya tentang haramnya musik. Jika ia dinasihati, maka hatinya kesal dan bergumam, "Wah, anda sok alim". Perlahan-lahan setan membuatnya berpaling dari kebenaran dan kebaikan yang terdapat dalam Al-Qur'an. Karenanya Allah berfirman setelah ayat di atas, 

"Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan- akan ada sumbat di kedua telinganya; maka beri kabar gembiralah dia dengan azab yang pedih".(QS. Luqman : 7).

Telinganya telah ditulikan oleh suara-suara setan alias musik, hatinya keras tak mau menerima kebenaran, karena ia telah dikuasai oleh setan. 

Sebaliknya, jika ia mendengarkan lolongan setan yang bernama musik, maka hatinya akan girang, dan telinganya terbuka. Sungguh sial orang-orang seperti ini. Orang-orang seperti ini akan dipalingkan hatinya oleh Allah -Ta'ala- sampai ia dikuasai oleh setan. Akhirnya, kondisinya sebagaimana yang Allah firmankan, 

"Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan yang Maha Pemurah (yakni, Al Quran), Kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) Maka syaitan Itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya" . (QS. Az-Zukhruf : 36). 

Demikianlah nasib seorang yang berpaling dari pengajaran dan petunjuk Allah; ia akan diiringi oleh setan yang akan menyesatkannya dari jalan kebenaran. Tak heran jika banyak diantara pemuda kita yang telah terlepas dari aturan agamanya akibat setan yang menyesatkannya. Lihatlah bagaimana setan menyesatkan para pemuda muslim yang gandrung dan mabuk kepayang dengan ALIRAN musik UNDERGROUND, semisal: Black Metal, Punk, Cresh Metal, Heavy Metal, dan lainnya. Mereka telah ditelanjangi oleh setan dari aturan Islam, agama Allah Yang Maha Perkasa; tak ada lagi istilah halal dan haram, semuanya halal !! 

Tak heran jika ada diantara mereka yang minum darah, menusuk hidungnya atau telinganya dengan perhiasan. Padahal semua itu haram !! Diantara mereka, ada yang mengucapkan kata-kata jorok, bahkan kata-kata KAFIR berupa penghinaan kepada Allah, agama-Nya, Rasul-Nya, hari pembalasan, meremehkan neraka & siksaannya. Sebaliknya, malah mengagungkan Iblis, setan, dan simbol-simbol kekafiran, kemaksiatan, dan kedurhakaan. Sungguh, sungguh aneh, ber-KTP muslim, namun perbuatannya maksiat & kafir !! Na'udzu billah minal khudzlan.

Inilah realita pemuda muslim yang senang musik, lalu musik mengantarkan dirinya kepada jurang kekafiran, akibat menganut dan taqlid buta kepada sebagian aliran musik yang ekstrim. Sebagian ulama salaf berkata, 

"Maksiat adalah pengantar menuju kekafiran sebagaimana halnya ciuman pengantar menuju jimak, nyanyian adalah pengantar menuju zina, pandangan adalah pengantar menuju kerinduan, dan sakit pengantar menuju kematian". [Lihat Al-Jawab Al-Kafi (hal. 33) karya Ibnul Qoyyim] 

Maka lihatlah pengaruh maksiat, seperti musik; musik mengantarkan kepada kekafiran. Awalnya pemuda kita senang dengan musik pop, dari pop pindah ke rock, dari rock pindah ke aliran musik UNDERGROUND. Disinilah ia memungut kebiasaan yang amat jelek, mulai cara berpakaian, cara ngomong, cara berjalan, merokok, cara berpenampilan, dan lainnya. 

Aliran musik -khususnya Black Metal- amat gandrung dengan atribut, dan pakaian hitam yang bergambar kepala kambing atau tengkorak, karena konon kabarnya hitam adalah lambang kesesatan dan kekafiran; sedang tengkorak sebagai lambang morfinis. 

Sepatu, rambut, kendaraan, pakaian dan atribut lainnya, semuanya berusaha dimodel ala artis dan idola mereka, walaupun ia kafir, semisal Curl Cobain, Meihem, dan lainnya. Walaupun idola mereka ini kafir dan durhaka kepada Allah, tapi tetap dicintai oleh pemuda "MUSLIM" yang tergila-gila dengannya. Padahal Allah berfirman, 

"Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau Saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Meraka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang dari-Nya. dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. mereka Itulah hizbullah (golongan Allah). Ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung". (QS. Al-Mujadilah: 22). 

Syaikh Muhammad bin Sulaiman At-Tamimiy-rahimahu llah- berkata, "Barangsiapa yang mentaati Rasul -Shollallahu 'alaihi wasallam- , dan mengesakan Allah, maka tak boleh baginya mencintai orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, walaupun orang yang ia cintai adalah kerabat terdekatnya" . [Lihat Tashil Al-Ushul Ats-Tsalatsah (hal. 11), cet. Dar Ibnu Rajab] 

Seorang muslim hendaknya mencintai dan mencontoh orang-orang sholeh, seperti Nabi -Shallallahu 'alaihi wa sallam-, para sahabatnya, dan pengikutnya yang setia. Janganlah kalian tertipu dan terpedaya dengan kehidupan dunia yang Allah berikan kepada orang-orang kafir dan pelaku maksiat. Glamournya dunia ini nampak indah, namun hakikatnya musibah. 

Allah -Ta'ala- juga berfirman 

"Ketahuilah, bahwa Sesungguhnya kehidupan dunia Ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; Kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning Kemudian menjadi hancur. dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. dan kehidupan dunia Ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu". (QS. Al-Hadid: 20). 

Dunia lebih kita dahulukan dibandingkan akhirat, padahal akhirat lebih baik dan lebih abadi di sisi Allah. Tak heran jika sebagian manusia mengutamakan pekerjaan dan perdagangannya ketika waktu sholat telah tiba sehingga masijd-masjid Allah kosong dari jama'ah. Dunia hanyalah ladang perbekalan menuju kehidupan akhirat yang lebih baik, bukan tujuan akhir. 

Allah -Azza wa Jalla- berfirman, 

"Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka Tidakkah kamu memahaminya? " (QS. Al-An'aam: 32). 

Kini anda telah tahu bahwa dunia hanyalah persinggahan sementara dalam mengambil bekal menuju akhirat; menuju perjumpaan dengan Allah -Azza wa Jalla-. Maka ambillah dari dunia sesuatu yang bermamfaat bagi akhiratmu; namun jangan sampai kalian terpedaya dengan gemerlap dan hijaunya dunia ini. 

AlloHu Ta'ala A'lam Bish showab



Senin, Juni 01, 2009

JIHAD seorang IBU


Rasulullah SAW bersabda,
"Setiap jerih payah istri di rumah sama nilainya dengan jerih payah suami di
medan jihad." (HR Bukhari dan Muslim). 
Pada dasarnya, Islam telah memberikan
keistimewaan kepada para istri untuk tetap berada di rumahnya. Untuk mendapatkan
surga-Nya kelak, para istri cukup berjuang di rumah tangganya dengan ikhlas.
Tetesan keringat mereka di dapur dinilai sama dengan darah mujahid di medan
perang.

Menjadi ibu rumah tangga kedengarannya memang sepele dan remeh, hanya
berkecimpung dengan urusan rumah dari A-Z, namun siapa sangka banyak sekali
kebaikan dan hikmah yang dapat diperoleh. Ibulah yang mengambil porsi terbesar
dalam pembentukan pribadi sebuah generasi.
Pertumbuhan suatu generasi bangsa pertama kali berada di buaian para ibu. Di
tangan ibu pula pendidikan anak ditanamkan dari usia dini, dan berkat keuletan
dan ketulusan ibu jualah bermunculan generasi-generasi berkualitas dan
bermanfaat bagi bangsa dan agama.
Dalam Islam, ini adalah tugas besar, namun sangat mulia dan akan
dipertanggungjawabk an di akhirat. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, "Seorang
istri pemimpin di rumah suaminya dan dia bertanggung jawab atas
kepemimpinannya." (HR Bukhari dan Muslim).
Sayangnya, kebanyakan wanita modern saat ini tidak menyukai aktivitas rumah
tangga. Mereka lebih bangga bekerja di luar rumah karena beranggapan tinggal di
rumah identik dengan ketidakmandirian dan ketidakberdayaan ekonomi. Maka,
jadilah peran ibu di rumah dianggap rendah, dan tidak sedikit ibu rumah tangga
yang malu-malu ketika ditanya apa pekerjaannya.
Meskipun seorang wanita tidak bekerja setelah lulus sarjana, ilmunya tidak akan
sia-sia, sebab ia akan menjadi ibu sekaligus pendidik bagi anak-anaknya.
Kebiasaan berpikir ilmiah yang ia dapatkan dari proses belajar di bangku kuliah
itulah yang akan membedakannya dalam mendidik anak. Seorang ibu memang harus
cerdas dan berkualitas, sebab kewajiban mengurus anak tidak sebatas memberi
makan.
Ia harus mampu merawat dan mendidik anak-anaknya dengan benar, penuh kasih
sayang, kesabaran, menempanya dengan nilai dan norma agama agar sang anak mampu
menghindar dari pengaruh lingkungan dan kemajuan teknologi yang merusak akal dan
akhlaknya. Hal itu hanya dapat dilakukan oleh seorang ibu yang cerdas.




Rabu, Mei 20, 2009

H I J A B


Sesungguhnya segala puji hanyalah milik Allahu Ta'ala. kita memujiNya meminta pertolongan kepadaNya dan memohon ampunanNya, serta berlindung kepada Allah dari kejelekan diri diri kita dan dari kejahatan amalan amalan kita. Barangsiapa yang Alloh beri petunjuk padanya, maka tiada yang dapat menyesatkannya. Dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tiada yang bisa menunjukkinya.
Dan aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allahu Ta'alaa dan tiada sekutu bagiNya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan RasulNya.

Untuk Wanita yang Keluar Rumah tanpa Hijab

Sebuah Nasehat dari Sam€ ¦Ãhatusy Syaikh Al-€ ¦âEUR~All€ ¦Ã¢mah Ibnu B€ ¦Ã¢z rahimahull€ ¦Ã¢h

Merebaknya kejahatan seksual kian memprihatinkan.Namun sedikit yang menyadari bahwa semua itu bersumber dari tersebarnya kerusakan sebagai akibat dari diumbarnya aurat wanita di tempat-tempat umum. Bocah yang masih ingusan atau kakek yang telah renta bisa menjadi pelaku kejahatan karena mereka secara terus-menerus dipaksa mengkonsumsi pemandangan yang bukan haknya. Ironisnya, sebagian korban adalah bocah perempuan yang belum mengerti apa-apa. Artikel berikut barangkali bisa menjadi renungan untuk kita semua. Agama Islam datang dengan memberikan kemuliaan kepada wanita, memeliharanya dan menjaganya dari terkaman serigala dari
kalangan manusia. Sebagaimana Islam menjaga hak-hak wanita, mengangkat
harkat dan martabatnya. Islam menjadikan wanita berserikat dengan
lelaki dalam hak memperoleh warisan. Islam mengharamkan perbuatan
mengubur anak perempuan hidup-hidup. Islam mewajibkan adanya izin dari
pihak wanita bila ia hendak dinikahkan oleh walinya. Wanita pun
diberikan kebebasan dalam mengatur dan mengurusi hartanya bila memang memiliki kecakapan. Islam mewajibkan kepada seorang suami untuk
menunaikan kewajiban yang banyak berkaitan dengan istrinya, sebagaimana Islam mewajibkan kepada seorang ayah dan karib kerabat si wanita untuk memberikan nafkah kepadanya ketika ia membutuhkan. Islam mewajibkan wanita untuk menghijabi dirinya dari pandangan laki-laki yang bukan mahramnya. Agar ia tidak menjadi barang dagangan murahan yang bisa
dinikmati oleh setiap orang.
Firman ALLAH "Apabila kalian meminta sesuatu kepada para istri Nabi maka mintalah dari balik tabir. Yang demikian itu lebih suci bagi hati-hati kalian dan hati-hati mereka.(Al-Ahzab: 53)
Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, dan putri-putrimu serta wanita-wanita kaum mukminin, hendaklah mereka mengulurkan jilbab-jilbab mereka di atas tubuh mereka. Yang demikian itu lebih pantas bagi mereka untuk dikenali (sebagai wanita merdeka dan wanita baik-baik) hingga mereka tidak diganggu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Penyayang.(Al-Ahz€ ¦Ã¢b: 59)
Dalam surat An-Nur, Dia Yang Maha Tinggi berfirman:

Katakanlah kepada wanita-wanita mukminah:
Hendaklah mereka menundukkan pandangan mata mereka dan menjaga kemaluan
mereka serta jangan menampakkan perhiasan mereka kecuali apa yang biasa
tampak darinya (tidak mungkin ditutupi). Hendaklah pula mereka
menutupkan kerudung mereka di atas leher-leher mereka dan jangan mereka
tampakkan perhiasan mereka kecuali di hadapan suami-suami mereka, atau
ayah-ayah mereka, atau ayah-ayah suami mereka (ayah mertua)(An-Nur: 30-31)
(kecuali apa yang biasa tampak darinya) ditafsirkan oleh shahabat yang mulia Abdullah bin Mas ud radhiyallahu anhu
bahwa yang dimaksud adalah pakaian luar1, karena pakaian luar tidak
mungkin ditutupi kecuali (yang bersangkutan harus) mengalami kesulitan
besar. Sementara Ibnu Abbaas radhiyallahu anhuma dalam
pendapatnya yang masyhur menafsirkannya dengan wajah dan dua telapak
tangan. Namun yang lebih kuat dalam hal ini tafsiran Ibnu Mas ud radhiyallahuanhu,
karena ayat hijab yang disebutkan sebelumnya menunjukkan wajibnya
menutup wajah dan kedua telapak tangan. Dan juga karena wajah termasuk
perhiasan wanita yang paling utama, maka penting sekali menutupnya.
Syaikhul Islaam Ibnu Taimiyyah rahimahullah
berkata:Wajah dan dua telapak tangan (wanita) biasa terbuka di awal
Islam. Kemudian turun ayat hijab yang mewajibkan wanita untuk menutup
wajah dan dua telapak tangannya. Karena membuka wajah dan dua telapak
tangan di hadapan selain mahram termasuk sebab fitnah terbesar. Di
samping juga sebagai pendorong terbesar bagi seorang wanita untuk
membuka bagian tubuhnya yang lain. Bila wajah dan dua telapak tangan
itu dihiasi dengan celak dan pacar (inai) atau berbagai hiasan lainnya
yang mempercantik penampilan, maka membuka wajah dan dua telapak tangan
dalam keadaan seperti ini (di hadapan laki-laki yang bukan mahram,
pent.) diharamkan dengan kesepakatan ulama. Sementara keumuman wanita
di zaman ini, mereka menghiasi dan mempercantik wajah dan dua telapak
tangannya. Maka pada keadaan yang demikian, bersepakatlah dua pendapat
yang semula berbeda2 untuk menyatakan keharaman membuka wajah dan dua
telapak tangan. Adapun yang dilakukan oleh kaum wanita pada hari ini
dengan membuka tutup kepala, leher, dada, lengan atas, betis, dan
sebagian pahanya (ketika keluar rumah atau di hadapan laki-laki yang
bukan mahramnya, pent.), maka hal ini merupakan perbuatan mungkar
dengan kesepakatan kaum muslimin, tanpa diragukan sedikitpun oleh orang
yang memiliki pengetahuan/ ilmu agama yang paling rendah sekalipun.
Fitnah yang ditimbulkan karena perbuatan mungkar ini begitu besar dan
dampaknya demikian mengerikan. Kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala
agar memberi taufik kepada pimpinan kaum muslimin agar melarang
perbuatan ini, memutuskannya dan mengembalikan wanita kepada hijaab
yang Allah Subhanahu wa Ta€ ¦âEUR(tm)ala perintahkan kepadanya dan menjauhkan wanita dari sebab-sebab fitnah.
Dan wanita-wanita tua yang telah terhenti (dari
haid dan mengandung) yang tidak ingin menikah lagi, tidak ada dosa bagi
mereka untuk menanggalkan pakaian luar mereka tanpa bermaksud tabarruj
dengan menampakkan perhiasan. Bila mereka menjaga kehormatan diri
mereka (dengan meninggalkan perkara yang membuat fitnah) maka itu lebih
baik bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengarn lagi Maha Penyayang.(An-Nur: 60)
Dalam ayat yang awal, Allah Subhanahu wa Ta€ ¦âEUR(tm)ala
memerintahkan kepada wanita untuk tetap tinggal dalam rumahnya, karena
keluarnya mereka dari rumah umumnya menimbulkan fitnah. Sementara itu
dalil-dalil syar€ ¦âEUR(tm)i juga menunjukkan bolehnya wanita keluar dari
rumahnya bila ada keperluan dengan mengenakan hijab dan menjauhi sebab
fitnah. Akan tetapi tinggalnya mereka di rumah mereka merupakan
hukum/ketentuan yang asal dan itu lebih baik bagi mereka dan lebih
menjauhkan mereka dari fitnah. Kemudian Allah Subhanahu wa Ta'ala
melarang mereka bertabarruj seperti tabarrujnya orang-orang jahiliyyah,
yaitu dengan menampakkan kebagusan dan keelokan yang membuat laki-laki
terfitnah.
Dalam ayat yang kedua, Allah Subhanahu wa Ta'ala
membolehkan wanita-wanita yang sudah tua yang tidak memiliki keinginan
menikah untuk melepaskan pakaiannya, dalam arti tidak mengenakan hijab.
Namun dengan syarat tidak tabarruj dengan memamerkan perhiasannya.
Dengan demikian bila mereka mengenakan perhiasan, mereka harus
berhijab. Bila wanita yang sudah tua diberikan ketentuan demikian
sementara kita tahu mereka tidak lagi membuat fitnah bagi lelaki dan
umumnya tidak pula membangkitkan syahwat lelaki, lalu bagaimana kiranya
dengan wanita-wanita muda, remaja-remaja belia yang dapat membuat
lelaki terfitnah?
Kemudian dalam ayat yang sama, Allah Subhanahu wa Taala
mengabarkan bila wanita yang sudah tua itu menjaga kemuliaan dirinya
dengan tetap berhijab maka itu lebih baik bagi mereka, sekalipun mereka
tidak bertabarruj dengan memamerkan perhiasan. Semua ini demikian jelas
dan gamblangnya untuk menekankan wanita agar berhijab ketika keluar
rumah, tidak membuka wajahnya di hadapan lelaki yang bukan mahramnya
dan menjauhi sebab-sebab fitnah.
Wallahulam.

Footnote:
1 Sehingga yang boleh ditampakkan oleh wanita ketika keluar rumah hanyalah pakaian luar yang menutupi seluruh tubuhnya

2 Antara pendapat yang mengatakan wajah dan dua telapak tangan harus
ditutup dengan pendapat yang menyatakan tidak harus ditutup




Jumat, Mei 08, 2009

HAWA... kenalilah dirimu



Sadarkah ukhti...??? Sebelum datangnya cahaya Islam, kita didzalimi, hak kita dirampas, kita dikubur hidup2, ta' ada penghormatan dari kaum adam, kita tidak bernilai di mata kaum adam, kita hanya sebagai alat untuk memuaskan hawa nafsu mereka. Tapi...kini setelah cahaya Islam menyelubungi alam, derajat kita diangkat, harga diri kita dipelihara, hak2 kita dihargai dan kita mendapat tempat mulia di sisi Allah sehingga tiada "Sebaik-baik hiasan di dunia melainkan Wanita Sholehah"

UKHTI ...Kenapa ukhti tidak menghargai nikmat IMAN dan ISLAM?Kenapa ukhti enggan mentaati ajaran-Nya?Kenapa masih ragu untuk mengamalkan kandungannya dan kenapa masih was-was untuk memetuhi perintah-Nya?
Wahai HAWA...Sadarkah ukhti, engkau dapat menggoncang dunia dengan melahirkan manusia-manusia hebat yakni yang sholeh dan sholehah. Engkau bisa menggegerkan dunia dengan menjadi istero yang taat serta memberi dorongan dan sokongan pada suami yang sejati dalam menegakkan ajaran Islam. Tapi... jangan sesekali engkau mencoba menggoncang keimanan lelaki dengan lembutnya suaramu, dengan senyumanmu manis wajahmu, dengan gemulainya tubuhmu.Jangan Ukhti...Jangan sesekali mencoba menarik perhatian kaum Adam yang bukan suamimu. Jangan sesekali menggoda lelaki yang bukan suamimu. Karena khawatir akan mengundang kemurkaan dan kebencian Allah dan menyenangkan syaitan. Karena wanita adalah salah satu perangkap syetan, alat yang digunakan syetan dalam menyesatkan Adam.
Wahai HAWA ...Andai engkau masih remaja, jadilah anak yang sholehah buat kedua ibu bapakmu. Andai engkau belum menikah, janganlah risau, ingatlah ukhti, janji Allah yakni Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Jangan menggadaikan harga dirimu hanya semata-mata karena seorang lelaki. Jangan memakai pakaian yang menampakkan sosok tubuhmu yang begitu indah yang dapat menarik perhatian dan memikat lelaki, karena engkau bukan memancing hatinya tapi merangsang nafsunya yang kapan saja bisa menerkam. Pakailah pakaian yang menutup aurat sesuai ajaran Islam, yang sederhana tidak berlebihan.
Wahai HAWA ...Lelaki yang baik tidak melihat paras rupa, lelaki yang sholeh tidak memilih wanita melalui keseksiannya, lelaki yang wara' tidak menilai wanita melaluinya keayuannya, kemanjaannya, kekayaannya, kemampuan mereka menggoncang iman. Tapi...ukhti , Lelaki yang baik akan menilai wanita melalui akhlaknya, kepribadiannya dan agamanya. Belum ada kata terlambat untuk kita ukhti, selalu memperbaiki dan berusaha menjadi lebih baik, agar kita mendapatkan suami sholeh pula. Lelaki yang baik tidak menginginkan sebuah pertemuan dengan wanita yang bukan muhrimnya karena dia takut memberi kesempatan pada syetan untuk menggodanya. Lelaki yang wara' juga tak mau bermain cinta sebab dia tahu apa tujuan dalam hubungan antara lelaki dan wanita yaitu PERNIKAHAN.
Oleh karena itu HAWA ...Jagalah pandanganmu, jagalah pakaianmu, jagalah akhlakmu, kuatkan pendirianmu, kuatkan imanmu jangan mudah tergoda dengan bujuk rayu syetan. Andai kata ditakdirkan tiada cinta dari Adam untukmu, cukuplah hanya cinta Allah menyinari dan memenuhi jiwamu, biarlah hanya cinta kedua ibu-bapakmu yang memberi kehangatan dan kebahagiaan buat dirimu, cukuplah sekadar ciunta saudara serta keluarga yang akan membahagiakan dirimu cinta karena Allah.
Cintailah Allah di kala susah dan senang karena kau akan memperoleh cinta dari insan yang juga mencintai Allah. Cintailah kedua ibu-bapakmu karena kau akan memperoleh keridhaan Allah. Cintailah keluargamu karena tiada cinta selain cinta keluaga.

Rabu, April 29, 2009

bersama kesulitan terdapat kemudahan

Ketika kesulitan hidup itu datang, hati berubah gundah, kesana-kemari seolah mencari sesuatu yang hilang. Tekanan darah naik, darah pun mengalir tak beraturan, menekan keras ke otak hingga membuatnya panas, lalu mengendap di dada menekan paru-paru hingga nafas terasa berat, detak jantung tidak menentu, dada berdebar-debar menekan balik darah. Sementara itu keringat dingin pun membeku, dan sekujur tubuh terasa pegal. Emosi kian memuncak, dengan sorotan mata yang tajam dan pikiran berputar-putar mengitari tumpukan segala kegundahan.

Setiap orang pasti pernah mengalami saat-saat sulit dalam menjalani kehidupannya. Kadang kesulitan itu memang membuat seseorang frustasi, bingung, stres, panik, putus asa dan sikap negatif lainnya. Namun hal ini hanya terjadi pada kebanyakan orang yang hidupnya jauh dari tuntunan Al-Qur`an. Jauhnya mereka dari tuntunan Al Qur'an menyebabkan mereka gampang gelisah, tegang, dan marah. Mereka menjalani kehidupan ini dengan beban masalah dan tekanan batin yang luar biasa beratnya, sehingga menjauhkan mereka dari kebahagiaan hidup.

Seorang mukmin tentu berbeda dalam menyikapi berbagai kesulitan hidup yang dihadapinya.Mereka memahami bahwa kesulitan atau ujian diberikan oleh Allah dalam rangka menguji hamba-Nya. Dan mereka tahu bahwa kesulitan itu dibuat untuk membedakan antara mereka yang benar-benar beriman dan mereka yang memiliki penyakit di hatinya, yaitu mereka yang tidak tulus dalam meyakini keimanan mereka. Karena itu, ujian atau kesulitan yang hadir dalam kehidupan kita akan menunjukkan siapakah kita sebenarnya. Allah menjelaskan melalui firman-Nya, bahwa Dia akan menguji manusia untuk melihat siapakah yang benar-benar beriman.

"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar." (Ali Imran: 142)

"Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini, sehingga Dia menyisihkan yang buruk (munafik) dari yang baik (mukmin)...."(al-Baqarah: 179)

"Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan
sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan"(Alam Nasyirah 5-6)


Ketika membaca terjemahan ayat tersebut, hendaknya semakin menambah kesadaran kita bahwa kehidupan ini memang dipenuhi dengan aneka masalah dan berbagai kesulitan. Karena dunia ini merupakan tempat pembebanan. Tidak ada seorang pun yang terbebas dari masalah selama mereka hidup di dunia. Dan sungguh merugi orang yang larut dalam kesedihan, kesedihan yang panjang justru akan semakin menyulitkan diri dalam menghadapi masalah. Hanya dengan keberanian untuk bangkit dan bersabar, kesulitan itu akan terasa mudah. Berbahagialah orang yang mampu bersabar dalam menghadapi setiap kesulitan hidup, karena Allah beserta orang-orang yang sabar. Amin.

Melalui berbagai kesulitan yang kita hadapi, boleh jadi dengan kesulitan itu kita makin mendekat dengan Nya, mencurahkan isi hati kepada Nya, menangis dihadapan Nya karena memang manusia diciptakan lemah/dhaif. Hanya Allah lah yang Maha Kuat. Yakinlah kita 1 kesulitam yang kita hadapi terdapat minimal 2 kemudahan. Berserahlah kepada Nya.Bersyukur atas kesulitan yang diberikan Nya kepada kita.


Selasa, April 14, 2009

Tidak ada SUPERMAN tanpa SUPERWOMAN


Jangankan lelaki biasa, Nabi pun terasa sunyi tanpa wanita. Tanpa kita kaum akhwat (hik's) HATI, PIKIRAN, PERASAAN lelaki akan RESAH, walaupun sudah ada segala-galanya. Kepada Wanita lah lelaki memanggil ibu, istri, atau puteri. Mereka diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok oleh lelaki, tetapi lelakinya sendiri yang tidak lurus, mana mungkin mampu meluruskan Wanita.

Sungguh tak logis kayu yang bengkok menghasilkan bayang-bayang yang lurus. Luruskanlah Wanita dengan petunjuk ALLAH SWT.Didiklah Wanita dengan panduan dari-Nya. Jangan coba menjinakkan Wanita dengan Harta, nanti mereka semakin liar. Jangan hibur Wanita dengan Kecantikan, nanti mereka semakin menderita. Semua yang bersifat sementara tidak akan menyelesaikan masalah, Kenalkan mereka kepada Allah-Dzat yang kekal, disitulah kuncinya. Akar mereka setipis rambutnya, tebalkan dengan Ilmu. Hati mereka serapuh kaca, kuatkan dengan Iman. Perasaan mereka selembut sutera, hiasilah dengan Akhlak.

Akan terhibur dan berbahagialah mereka, walaupun tidak jadi ratu cantik dunia, presiden, ataupun perdana menteri, woman Gladiator. Bisikkan ke telinga mereka bahwa kelembutan bukan suatu kelemahan. Itu bukan diskriminasi Tuhan. Sebaliknya disitulah kasih sayang Tuhan, karena rahim wanita yang lembut akan mengandung lelaki2 yang akan menjadi pahlawan, negarawan, karyawan, jutawan, dan wan-wan lainnya(hik's). Tidak akan lahir SUPERMAN tanpa SUPERWOMAN. Wanita yang lupa hakikat kejadiannya, pasti tidak akan terhibur dan tidak menghiburkan. Tanpa Ilmu, Iman 'n Akhlak mereka bukan saja tidak bisa diluruskan, bahkan mereka membengkokkan.

Lebih banyak lelaki yang dirusakkan oleh perempuan daripada perempuan yang dirusak oleh lelaki. Sebodoh-bodohnya perempuan bisa menundukkan sepandai-pandai lelaki. Itulah akibatnya jika Wanita tidak mengenal Allah SWT. Mereka tidak akan kenal diri sendiri, apalagi mengenal lelaki. Kini tidak hanya Bos telah kehilangan sekretarisnya, bahkan anak kehilangan ibu, suami kehilangan istri dan bapak kehilangan puterinya. Bila wanita durhaka dunia akan terjadi bencana. Bila tulang rusuk patah, rusaklah jantung , hati dan limpa. Para lelaki jangan hany berharap ketaatan tetapi kepemimpinan.

Pastikan sebelum memimpin Wanita menuju Allah SWT pimpinlah diri sendiri menuju kepada Allah SWT. Jinakkn diri dengan Allah, niscaya jinaklah segala2nya di bawah kepemimpinan kita.

JANGAN MENGHARAP ISTRI SEPERTI KHADIJAH KALAU PRIBADI KITA BELUM SEPERTI NABI MUHAMMAD SAW.


Rabu, April 01, 2009

Kesucian Diri


Di dunia kampus, dunia remaja(ciye...) ada saat dimana idealisme kadang2 sulit untuk diwujudkan. Salah satunya adalah keinginan Menikah Muda so, yang sudah tua ga' boleh(he9). Sebuah keinginan mulia yang didasari sunnah Rasulullah SAW, serta menjauhi perbuatan zina. Dengan menikah kita sudah menyempurnakan separuh agama.Bagi sebagian besar aktivis daqwah, anjuran mulia ini terbentur pada realitas yang menjadikan mereka semakin sulit mengambil keputusan. Antara kegiatan dakwah, nikah, ma'isyah atau konsentrasi untuk kuliah.

Pada kenyataannya hal ini sangat kasuistik, yaitu setiap orang berada pada tingkat permasalahan yang berbeda-beda,yang selanjutnya mengakibatkan setiap orang mengambil keputusan untuk konsentrasi menyelesaikan kuliah baru menikah.

Mereka beranggapan merasa belum mampu secara mental atau finansial untuk menghidupi keluarga 'n mereka terbentur dengan izin dari orang tua yang tetap menginginkan anakanya untuk menyelesaikan kuliahnya dulu. Disamping itu ada sebuah alasan yang cukup mendasar, yaitu mereka belum memperoleh sosok ideal yang dapat dijadikan paanutan bagi mereka yang mendeskripsikan sosok mahasiswa yang sukses kuliah sampai nikah. Artinya, kuliah tetap lancar sesuai jadwal dan perekonomian keluarga muda tidak kacau balau. Keputusan tersebut buannya tanpa resiko, banyak rsiko yang harus dihadapi mahasiswa tersebut.

Salah satunya rentan fitnah. Fitnah. Fitnah tersebut bisa berupa virus AI (bukan Alfian Influenza,tapi... virus AKHWAT bagi yang Ikhwan, IKHWAN bagi yang Akhwat) maupun virus Merah Jamnu dari luar kominitas yang ngaji. Virus pertama lebih berbahaya dari Virus Kedua. Hal ini dikarenakan kedua orang yang terkena virus sama2 "MUDENG" alias paham hukumnya kalau perbuatan yang dilakukannya tidak benar menurut syariat.

Komunitas kampus sangatlah PLURAL. Banyak mahasiswa yang ngaji tak sedikit pula yang tidak. Banyak AKhwat berjilbab, tetap saja banyak yang tidak berjilbab. Fakultas yang banyak berjilbab (istilah fakultas subur), namun fakultas yang sedikit berjilbab(istilah fakultas gersang). Mahasiswa yang kuliah pada Fakultas Subur sering terkena virus AI sdgkn di fakultas Gersang sering terkena virus Merah Jambu.

Ada beberapa kejadian yang membuat kita perlu beristighfar. Ada mahasiswaa ang sudah sekian tahun ikut mengaji. Kuliah di fakultas Gersang prinsip2 yang diperoleh dari kajian2 harus diuji. Awalnya dia kuat, dapat bertahan dengan prinsip2 nya walaupun dengan sedikit flexibel. Lama kelamaan pertahanannya "JEBOL" juga. Terseranglah ia Virus Merah Jambu dengan mahasiswi yang sangat jelas beda pemahamannya. Bersyukurlah bagi kalian yang awalnya kurang pemahaman Islam, karena kemurahan Allah SWT sehingga diberi pemahan lebih tentang Islam.Alhamdulillah.Meskipun harus berkecimpung di fakultas Gersang.

Walaupun secara umum, menikah dengan wanita muslimah yang manapun itu diperbolehkan, namun alangkah baiknya kita memilih pasangan hidup yang Sekufu baik dari sisi pemahaman dien-nya maupun sisi lainnya.

Lalu bagaimana caranya menjaga KESUCIAN DIRI? Ditengah kondisi yang penuh fitnah. Baru keluar rumah sebentar saja sudah difitna, dijalan ketemu fitnah sampai dikampus fitnanya lebih dahsyat.

"Dan orang-orang yang tidak mampu nikah, hendaklah menjaga kesucian dirinya, sehingga Allah memampukan mereka dengan dirinya" An Nur 33
Berikut beberapa cara menjaga KESUCIAN DIRI :
a. BERPUASA=> Anjuran Nabi SAW bagi pemuda/pemudi yang belum mampu menikah atau sudah mampu tapi masih ada beberapa problematika kehidupan yaitu memperbanyak puasa sunnah. Banyak alternatif yang bisa diambil dari puasa 3 hari setiap bulan, puasa senin kamis sampai puasa Daud, adapun puasa sunnah yang disyariatkan lainnya. Selain itu berdoa kepada ALLAH SWT supaya diberikan perlindungan dan kekuatan untuk mengendalikan fitnah hawa nafsu.Serta berdoa supaya Allah memeberikan kemampuan untk segera menikah.

b. Menyibukkan DIRI=> menyibukkan diri dengan hal-hal yang positif. Bagi yang masih kuliah segera diselesaikan perkuliahannya. Bila kita sudah wajib untuk nikah menurut syariat dan pernikahan tidak akan terjadi bila kita belum selesai kuliah atau belum memperoleh penghasilan. Maka menyelesaikan kuliah dan segera mencari penghasilan tersebut hukumnya wajib.

c. MENIKAH=> Kuliah bukanlah menghalang-halangi pernikahan, karena dengan menikah ada yang lebih semangat dalam belajar dan rejeki semakin banyak dan barakhah. Jika kuliah belum selesai atau hampir selesai dan sudah mendapat penghasilan maka jangan tunda2 lagi untuk menikah. Karena menikah dapat menyelamatkan seluruh panca indera kita dari perbuatan maksiat kepada Allah. Dan tentunya lebih dekat pada pahala.Insyaallah.





Jumat, Maret 27, 2009

Ngerumpi AKHOWAT

"Mas, ana untuk beberapa hari ini ijin gak ikut rapat..."Lho kenapa???..."balas BEJO sambil mendekatkan telinganya ke gagang telepon, mencoba menyelami isi hati adik tingkatnya.

"Ini lo Mas, masak tiap rapat banyak ngerumpinya?Klo yg dibicarakan untuk kebaikan umat ya gak masalah, ini malah ngobrol tentang AKHOWAT truz!!!, Sahut PAIMO

Ooooo..."Jawab BEJO sedikit kaget

Kejadian di atas bukanlah kejadian tanpa lakon. Banyak cerita yang muncul dengan beragam versi, tapi intinya sama yaitu kebiasaan membicarakan akhowat yg menggejala. Mungkin akhowat juga?mungkin. Disadari / tidak inilah yang terjadi. Bukan maksud membuka AIB"Padepokan Ikhwan",tapi agar perjalanan dakwah ini tidak berujung buntu karena masalah seperti ini.

Mulanya hanya bergurau, mengisi waktu di tengah penatnya rapat. Satu jam pertama rapat masih konsent membahas daqwah. Banyak ide yang bertentangan yang menghalangi jalannya rapat. Namun di akhir rapat,saat sudah lelah, datanglah sosok"Ukhti Jamilah" ke tengah rapat. Waduh, kalau sudah begini rapatpun jadi tertunda.

Kenapa harus AKHOWAT???
Kasus seperti ini banyak terjadi di dunia pelajar atau kampus, yg sering mempertemukan antara ikhwan dan akhwat dalam satu tempat. Dalam kelas, saat diskusi atau dalam satu kelmpok tugas mau ga mau harus berinteraksi dengan satu tim. Atau diluar kampus namun dalam satu organisasi,menghajarkan pertemuan bareng dalam berkreativitas.
Dari sanalah muncul bayang2 si akhi dan si ukhti yang tidak mau hilang. Bayangan tersebut membekas dan menghujam ke hati. Sosok sholihah, lembut, penuh perhatian, supel, sabar dan seabrek kelebihan lain terpatri kuat menyelimuti bayangan tadi.

Saya mencoba bertanya kepada ustadz tentang hal ini, jawabnya mudah,? "Lha sudah pada nikah lom? Saya hanya tersenyum. "Masalahnya sudah saatnya nikah semua? "Dan kadang dambaan kekasih hatinya yang belum teridentifikasi siapa orangnya itu, jatuh ke akhowat atau teman sekitarnya"
Lanjutnya lagi. "Dan tidak semua ikhwan atau akhwat itu aktif bergerak dalam kancah daqwa.jadi hanya beberapa ikhwan saja yg banyak dibicarakan di kalangan akhowat atau beberapa akhowat saja yang beredar di kalangan ikhwan.

Kenapa Dipermasalahkan ???
Membicarkan akhowat kaDng diperlukan, jika hal itu untuk mencari tahu jati diri si ukhtid alam tahap menuju ke jenjang perikahan. Namun jika tidak dan hal ini menjadi kebiasaan, akan dapat merusak hati dan menambah dosa gibah. Merusak niat dan melencengkandakwah itu sendiri. Paling tidak terkena "Sindroma Akhowat" begitu istilah sebuah keadaan dimana serasa ada yang kurang bila tidak ada keikutsertaan akhowat dalam kegiatan, atau serasa ada semangat baru saat kegiatan melibatkan akhowat.

Akhirnya, kita instropeksi diri dan benarlah Ibnu Qoyyim Al Jauziyyah" rahimahulloh
dalam banyak bukunya.Bahwa perkataan lisan, perbuatan anggota badan dan pikiran hanyalah cerminan hati. Jika hati sudah tertatih dan selalu dipenuhi untuk Ingat ALLAH, Rasul, dab JIHAD di JalanNya, maka pikiran dan anggota badan lain akan mengikutinya.






Rabu, Maret 18, 2009

pacaran VS khitbah ???


PACARAN vs KHITBAH ???

Obrolan ringan seputar pacaran di kalangan Remaja. Ada yang PRO ada juga yang KONTRA. PRO bagi mereka yang hanya mengejar kesenangan(syahwat) KONTRA bagi mereka yang paham dengan Hukum Islam. Termasuk yang mana kita???PRO atau KONTRA,em jangan2 pilihannya ATAU, tidak punya pendirian donk!!!

PACARAN...???kata ini tidak asing lagi di telinga remaja. Mulai dr SD, SMP, SMA, Mahasiswa. Ironis sekali balita umur 4 th sudah tahu apa itu pacaran, Masyaallah!!! Pada masa remaja, biasanya pemuda dan pemudi alias ABG mulai naksir sama lawan jenisnya.Ehm...hayo ngerasa khan?!?
Ya bisa dikata tahap pedekate truz pacaran.Dalam dunia Islam tidak mengenal istilah pacaran, tapi TA'ARUF semacam mengenal calon pasangan kita itu pun harus disertai dengan mahrom. Bagi kita yang tidak kenal sama sekali bisa lewat tukar menukar biodata atau cari informasi ke keluarga/saudara nya, ke teman dekatnya atau tetangga dan lain sebagainya sebatas tidak melanggar ketentuan Hukum Islam.PACARAN dapat diartikan bermacam-macam, tetapi intinya adalah jalinan cinta kasih antara seorang dengan lawan jenisnya. Praktik pacaran juga bermacam-macam ada yang sekedar berkirim SMS atau telepon (ehm...nich yang lagi ngetrend), antar jemput alias tukang ojek atau menemani pergi ke suatu tempat, APEL(ehm ...bkn buah loch?kalau buah ma enyak) sampai ada yang layaknya pasangan suami istri(ih...naudzubillah!!!) dan masih banyak lagi.Biasanya nich ya!Remaja yang pacaran bangga dan PD kalau sudah punya pacar. Tapi bagi remaja yang tidak punya pacar merasa minder alias kurang gaul.Tenang saja...PACARAN itu diharamkan di dalam ISLAM karena mendekati ZINA. Bersyukurlah kalian Remaja yang tidak pernah pacaran Rahmat dan Kasih Sayang ALLAH menyertaimu.Di dalam ISLAM, istilah hubungan percintaan antara laki-laik dan perempuan pranikah dikenal dengan istilah KHITBAH. Apa itu KHITBAH??? yaitu meminang. Ketika seorang laki-laki menyukai seorang perempuan,dengan cinta karena ALLAH maka ia diharuskan segera mengkhitbahnya. Dengan maksud menikahinya dalam waktu dekat, so tidak boleh lama-lama (ehm...ada yang 2 tahun,bukan khitbah lagi tuch namanya!!!). Selama masa khitbah keduanya harus menjaga agar tidak melanggar aturan yang sudah ditetapkan dalam Islam, seperti berduaan, memperbincangkan aurat, menyentuh, mencium, memandang disertai nafsu, dan berperilaku selayaknya suami istri, kalau dilakukan ya sama saja dengan pacaran!!!so be carefull

Sebenarnya Allah telah menjadikan rasa cinta dalam diri manusia. Dengan adanya rasa cinta, manusia biasa hidup berpasang-pasangan. Yakinlah sepenuh hati, Allah tidak akan salah dalam memilihkan pendamping hidup bagi kita. Ar Rum 21 => Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.Adanya pernikahan pasti ada cinta khan???

Apa itu cinta = > Cinta itu adalah kesalingcocokan.Cinta itu dinamakan cinta,karena cinta telah meleburkan apa saja yang ada dalam hati kecuali yang dicintai.Cinta adalah api dalam hati yang akan membakar semua harapan selain harapan sang kekasih.Cinta itu menyedikitkan sesuatu yang banyak dari dirimu dan memperbanyak sesuatu yang sedikit dari kekasihmu.Menyatakan cinta sebagai kejujuran hati tidaklah bertentangan dengan syariat Islam. Karena dalam hal ini ada ayat atau hadist yang secara implisit maupun eksplisit melarangnya. Cuman Islam memberi batasan2 antara boleh atau tidak boleh dilakukan dalam hubungan laki-laki dan perempuan yang bukan muhrimnya.Batasan-batasan tersebut diantaranya :1. Tidak melakukan perbuatan yang mengarah ke ZINA, seperti halnya orang pacaran.2. Tidak menyentuh perempuan yang bukan mahrom. Sabda Rasul " Lebih baik memegang besi yang panas daripada memegang perempuan yang bukan istrinya"(Andai saja kau tahu, sangat berat siksanya)3. Tidak berduaan dengan lawan jenis yang bukan mahrom, karena ketiganya syetan.4. Menjaga mata dan pandangan dari yang haram.5. Menutup aurat, diwajibkan kepada kaum wanita untuk menutup aurat kecuali kepada suaminya.Selagi batasan di atas tidak dilanggar maka kedua pasangan hukumnya boleh. Tetapi persoalannya apa mungkin pasangan tanpa berpandangan, berpegangan tangan, berciuman, dan lain sebagainya. Kalau mungkin silakan berpacaran, tapi kalau tidak mungkin jangan sekali-kali berpacaran karena AZAB ALLAH yang pedih akan datang .
PACARAN setelah NIKAH lebih bermakna,daripada PACARAN sebelum NIKAH!!!



Minggu, Maret 15, 2009

ROKOK...??? => Tuhan


Jangan ''Menuhankan' ' Rokok

SEMARANG- KH Abdullah Gymnastiar yang akrab disapa Aa Gym menyatakan
menghargai dan menghormati fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang
mengharamkan rokok.

Sebab, baik kajian ilmiah maupun dalam bungkus rokok tertulis bahwa
merokok itu dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi,
gangguan kehamilan dan bayi.

''Sebagai umat saya sangat menghargai dan menghormati fatwa ulama.
Saya yakin tidak ada kepentingan apapun kecuali ingin umatnya menjadi
lebih baik,'' kata KH Abdullah Gymnastiar usai pengajian akbar
Perayaan Muharram 1430 H di Universitas Sultan Agung (Unissula)
Semarang di masjid kampus itu, Selasa (27/1) siang.

Pendiri Pondok Pesantren Darut Tauhid di Jalan Gegerkalong Girang,
Bandung itu juga menjadi pembicara di dua tempat. Sekitar pukul 17:00
ia menjadi pembicara pada pengajian yang digelar DPU-Darrut Tauhid
bersama BNI Syariah, BNI Life Syariah, dan Asuransi Takaful di Hotel
Grasia.

Aa Gym usai shalat isya, mengisi pengajian yang diselenggarakan
Majelis Qolbun Salim di Masjid Raya Baiturrahman Simpanglima. Kegiatan
itu diikuti ribuan umat Islam dari berbagi daerah di Semarang dan
sekitarnya.
Meracuni Tubuh
''Saya tidak mau merokok karena tidak ingin merusak diri sendiri.
Tubuh ini adalah amanat Allah. Bagaimana mungkin saya meracuni tubuh
ini. Selain itu, dengan merokok juga bisa merusak orang lain. Kan,
merusak orang lain merupakan kezaliman,'' katanya.

Dia mengatakan orang yang mementingkan rokok atau mengabdi pada rokok,
seperti dengan merokok seolah-olah menjadi tenang, bisa berpikir itu
berarti telah ''menuhankan' ' rokok. Orang yang membelanjakan uangnya
sebagian besar untuk membeli rokok dari pada kebutuhan anak dan
bersedekah itu berarti mengabdi pada rokok.

''Kalau 'menuhankan' rokok kan tidak bagus. Berdasarkan hasil
penelitian, ada masyarakat yang lebih banyak membelanjakan uangnya
untuk membeli rokok dari pada untuk menyekolahkan anak dan kesehatan
putranya,'' ungkapnya.

Disinggung tentang dampak ekonomi akibat fatwa haram merokok, ia
mengatakan tidak perlu khawatir. Sebab, Allah Maha Kaya. Masih banyak
jalan lain dengan tidak menggantungkan hidup dari rokok.

Di Masjid Raya Baiturrahman, Simpanglima, Abdullah Gymnastiar mengajak
jamaah Majelis Qolbun Salim untuk meluruskan kembali niatnya,
meneguhkan keimanannya kepada Allah.

Dia mencontohkan ada seorang ayah yang menasehati anaknya, apa artinya
menjadi pandai dan kaya raya jika jauh dari Allah. Oleh karena itu,
kalau memiliki cita-cita cukup satu, yakni dekat pada Allah. ''Buat
apa harta melimpah kalau hati gelisah,'' katanya.(H3- 77)

http://suaramerdeka .com/smcetak/ index.php? fuseaction= beritacetak. detailberitaceta k&id_beritacetak =49220


Jumat, Februari 27, 2009

sisi lain P O N A R I

Jombang itulah nama daerahnya, konon sejarahnya daerah ini dinamai dengan sebutan Jombang dikarenakan adanya dua dimensi yang ada dalam masyarakatnya, setidaknya bisa disebut ijo abang (hijau dan merah). Sebuah warna yang memang dipilih sebagai simbol untuk sebuah strata seseorang, hijau mewakili orang yang melek huruf, atau santri kata yang berasal dari bahasa kuno sastri (melek huruf) dan berkaitan juga dengan cantrik anda bisa membacanya secara lengkap dalam catatan sejarah yang ada.


Untuk memberi gambaran secara lebih dekat anggap saja Ryan (si jagal jombang) mewakili kelompok merah alias masyarakat yang membuat nilai daerahnya tertulis dengan nilai merah, dan Ponari sebagai wakil dari kelompok hijau (penyembuh) hal demikian adalah sebagai bentuk penyeimbang, dan mungkin hebohnya berlipat ganda dibanding hebohnya Ryan.

Itu adalah contoh terkini, dan hampir seluruh Indonesia tahu, meski pada sejarahnya banyak juga kisah rakyat dan mungkin realita pada zamannya, bahwa disanalah gudang dua hal itu, toh dimanapun hal demikian juga akan selalu ada, dimana ada baik disitu ada buruk, sebab tidak akan mungkin sebuah kebaikan itu hadir tanpa diimbangi dengan keburukan, surga pun tak akan laku jika neraka tidak ada.

Sebuah fenomena yang unik bagi saya melihat puluhan ribu orang mengantri untuk minta obat, yang secara rasional tertolak mentah-mentah, namun toh sehebat apapun rasio tak bisa mengalahkan realita yang ada. Banyak dari kalangan kesehatan terweleh-welehkan (dalam bahasa gaulnya, ilmu yang dipelajarinya dicampakkan dengan kejadian ponari), bocah umur 9 tahun yang habis tersambar petir dan mendapat batu, dan ketika batu itu dibuang ternyata kembali ketempat ponari lagi, pembaca boleh percaya boleh tidak, namun penulis yakin ponari bukan pembohong layaknya dukun-dukun itu.

Orang mengatakan Ponari adalah dukun cilik, namun menurut penulis dia bukan dukun, namun hanya kebetulan diberi kelebihan oleh Allah, itu pun karena batu yang datang min haitsu la yahtasib, namun setidaknya efeknya positif, kalau memang itu bisa membuat orang jadi sembuh lantaran hal itu, toh juga yang menyembukan Allah. Jika ada orang yang kurang berilmu berkata itu syirik, saya kira perlu hati-hati, berobat ke dokter dan ke ponari adalah sama, menyakini jika minum obat dari dokter membuat dia sembuh adalah keliru, sebagaimana menyakini minum air yang dicelupi batunya ponari. Kecuali jika mereka tetap yakin yang menyembuhkan adalah Allah, lewat air itu, atau obat dari dokter.

Anda bisa simak sejarah nabi Musa ketika sakit gigi, ketika dia memohon kesembuhan pada Allah dia disuruh mengambil sebuah rerumputan, disaat yang lain dia sakit lagi, dan langsung mengambil rerumputan dan melupakan Allah, akhirnya sakitnya malah parah, setelah itu baru sadar dan mendapat teguran dari Allah.

Kisah ponari ini menurut penulis adalah sebuah peringatan kepada pemerintah Indonesia, dimana pelayanan kesehatan begitu minim dan mahal, baru daftar menjadi pasien saja sudah mahal apalagi resmi menjadi pasien dan harus menebus obat-obat yang mahal, maka tak heran jika puluhan ribu orang rela antri berhari-hari hanya karena pengobatan yang murah.

Hal demikian juga mengulang sejarah nabi Isa, juru pengobatan yang tak masuk akal pada saat kekuatan akal diagung-agungkan oleh kaum yahudi yang memang rasionalis, bahkan nabi Isa pun dilahirkan tanpa ayah, sebagai bukti bahwa Allah mampu melakukan apa yang akal manusia tak mampu menjangkau.

Penulis pun terkadang terbentur dengan hal demikian, ketika mencoba menjadikan sesuatu sesuai akal dalam sejarah-sejarah para nabi, para wali, dan orang sholeh lainya. Satu contoh adalah Hajar aswad, batu hitam yang diciumi jutaan orang, yang sekarang terletak disebuah sudut ka´bah, batu itu dalam tafsir yang penulis pelajari, adalah batu dari surga, buah-buahan yang diberikan untuk maryam ketika i´tikaf dalam tempat khalwatnya adalah dari surga, Istri salah seorang wali di Indonesia .juga bidadari dari surga.

Disitulah manusia diuji antara percaya dan tidak percaya, dan disitu pula manusia diajari bahwa yang gaib itu ada, dan yang ada itu gaib. Yang atas itu bawah dan yang bawah itu atas, up is down kata orang inggris, dan penulis yakin ketika pembaca berpikir sejenak dari contoh yang akan penulis berikan, pembaca akan sadar.

Contoh atas adalah bawah.

Kita semua tahu bahwa bumi adalah bulat, langit yang kita anggap diatas kita sebenarnya adalah dibawah bumi, dan langit yang dibawah bumi sebenarnya diatas kita. Anggap saja apa yang dianggap tertinggi dibagian bumi amerika, adalah apa yang dianggap rendah oleh bagian bumi Indonesia, dan semakin tinggi orang menumpuk harta, semakin dalam pula ia terkubur dengan harta.

Kalau saja umur kita diakhirat nanti sama dengan umur kita didunia, anda bisa bayangkan jika satu hari penuh kita berdosa, sebagai balasan kejelekan adalah 1:1 maka kita akan terhukum selama 1000 tahun dunia, karena satu hari diakhirat sama dengan 1000 tahun didunia. Nah kalau berbuat baik kan sistemnya 1:10, so jika kita beramal baik satu hari penuh maka balasannya 10.000 tahun, coba bayangkan kalau seumur hidup kita mampu beramal baik.

Maka, kata guruku "dalam diam, janganlah hatimu diam, dalam ramai, janganlah hatimu ramai", ini penulis jabarkan aja, yang jelas iintinya guruku berpesan jika hatimu menyebut Allah tiap detaknya, bukankah itu tabungan kebaikan dan setiap kebaikan akan dibalas, sementara waktu tak bisa di pause atau di replay, jika hari ini kamu tidak menyebut Allah, maka kamu tak akan dapat mencari waktu hari ini, setelah hari ini.

Dalam diamnya mulut kita, dzikirlah yang keras dengan hati kita, dan dalam ramainya mulut kita, janganlah hati kita ramai kecuali untuk menyebut Allah. Janganlah mulut kita dzikir dengan keras sementara hati kita tidur atau bahkan wisata kemana-mana, apalagi mulut kita tidak berdzikir, hati kita maksiat, na´udzubillah!.

by: "firliana putri" firlianaputri@yahoo.com



Rabu, Februari 18, 2009

antara BENCI dan CINTA

Benci
dan cinta, selalu ada dalam hati manusia. Adalah fitrah, bila manusia mencintai sesuatu yang menyenangkan hatinya, dan membenci segala yang menyusahkannya. Yang harus diperhatikan, seorang muslim hendaknya selalu menimbang rasa benci dan cintanya, berdasarkan syariat Allah l. Ia harus mencintai apa yang dicintai-Nya, dan membenci apa yang dibenci oleh-Nya. "TERJALNYA" JALAN KE SURGA

Surga adalah impian dan cita-cita tertinggi setiap mukmin. Namun,
untuk menuju ke sana, seseorang harus melalui berbagai ujian dan
rintangan. Sebaik-baik bekal yang mesti dibawa adalah takwa. Yaitu
menjalankan perintah-Nya, dan menjauhi segala larangan-Nya. Itulah yang
berat, dan membuat jalan ke surga menjadi "terjal" atau sulit dilalui.
Hanya orang-orang yang terpilih dan mendapat hidayah-Nyalah yang akan
berhasil melaluinya.

Setiap orang akan mendapatkan ujian sesuai dengan kadar keimanannya.
Semakin tinggi imannya, semakin berat pula ujiannya. Rasulullah n pada
permulaan dakwahnya, banyak menghadapi celaan, caci-maki, hinaan,
bahkan tindakan kasar dan keji dari kaumnya. Namun beliau tetap
bersabar. Ketika pamannya, Abu Thalib meminta beliau untuk menghentikan
dakwahnya, beliau menjawab, "Wahai pamanku, meskipun matahari
diletakkan di tangan kananku, dan rembulan di tangan kiriku, aku tak
akan menghentikan dakwahku, hingga maut menjemput diriku." Itulah bukti
cinta Rasulullah n kepada Allah l, sekaligus kepada kaumnya.

Sesungguhnya, Rasulullah n sangat menyayangi pamannya itu. Namun,
ketika pamannya memerintahkan suatu perkara yang bertentangan dengan
perintah Allah l, beliau dengan tegas menolaknya. Kemudian, setelah
Islam berkembang pesat dan mengalami kejayaannya, Rasulullah n tidaklah
sombong dan menepuk dada.

Beliau n juga tetap amanah dan hidup sederhana, meski ada kesempatan
untuk bermewah-mewah. Beliau tetap tawadhu', dan memperbanyak amal
ibadah. Shalat malam, puasa sunnah, memperbanyak dzikir dan istighfar,
itu adalah "makanan" sehari-harinya, yang diteladani oleh para
sahabatnya yang mulia. Semua itu tetap beliau dan para sahabatnya
lakukan, meski di antara mereka sudah dijamin surga! Itulah wujud cinta
dan tanda syukur mereka kepada-Nya. Hati mereka sudah dipenuhi dengan
keagungan nama-Nya.

Jiwa mereka sangat merindukan untuk dekat dengan-Nya. Kini,
bagaimanakah dengan kita? Sampai di mana usaha kita untuk dapat meraih
surga-Nya? Kesibukan dunia, ternyata telah banyak melalaikan kita
dari-Nya. Shalat yang lima waktu saja sering terlambat, bahkan kadang
terlewatkan (na'udzubillaah) .

Shalat malam? Jangankan bangun untuk mengambil air wudhu kemudian
shalat di pertengahan malam. Saat adzan subuh pun, kadang masih malas
untuk bangun. Lebih nikmat berselimut dan memeluk bantal, daripada
memenuhi panggilan-Nya. Astaghfirullaah.

"MULUSNYA" JALAN KE NERAKA

Dalam kamus setan, tak dikenal kata menyerah dan putus asa, selama
itu demi menyukseskan misi abadinya, untuk menyesatkan manusia: ke
neraka. Sejauh mungkin, dengan apa pun caranya, bagaimana pun
bentuknya, serta kapan pun waktunya.

Setan akan senang sekali, bila melihat manusia memilih jalan ke
neraka. Ia juga akan membantu manusia untuk melaluinya, serta menghiasi
berbagai sarana yang menjadikan manusia tertarik padanya. Beberapa
jalan setan untuk menjebak manusia di antaranya:

- Indahnya syahwat

Nafsu syahwat senantiasa ada dalam diri manusia. Terkadang ia
bergejolak dan menggelegak, menghentak-hentak, minta segera disalurkan.
Allah l telah memberi solusi penyaluran syahwat ini melalui pernikahan,
dengan segala hikmahnya yang agung.

Namun, setan pun memberi solusi dengan berbagai cara lain yang sudah
pasti haram, meski banyak manusia menyukainya. Misalnya dengan pacaran
yang dilanjutkan dengan hubungan di luar nikah, berselingkuh dengan
PIL, WIL atau PSK.

Cara ini, bagi sebagian orang justru lebih nikmat dan disukai.
Adakalanya mereka lebih mencintai pasangan selingkuhnya, daripada
pasangan sahnya. Jelas, yang seperti ini sangat tercela dan berdosa.

- Nikmatnya narkoba

Narkoba, dengan segala bentuknya, juga merupakan perangkap setan
yang tampak indah dan nikmat, dalam pandangan sebagian orang. Bagaimana
tidak? Dengan mengonsumsinya, seseorang bisa seolah "terbebas" dari
segala macam keruwetan dan masalah kehidupan.

Seseorang bisa melepaskan segala stres dan kepenatan, juga
kejenuhan. Karena narkoba akan membawanya terbang ke awang-awang. ..jiwa
terasa bebas dan segala beban pun lepas.... Namun...itu hanya terjadi
sesaat saja. Setelah itu, seluruh tubuh akan terasa sakit dan ngilu,
karena narkoba telah merusak berbagai organ vital di dalamnya. Efek
ketagihan pun menyertai. Rasa sakit tak akan reda bila pengonsumsian
dihentikan.. ..

- Harta yang menggoda

Hampir setiap manusia mencintai harta. Allah l telah memberikan
rambu-rambu pada manusia untuk memperolehnya. Di antaranya dengan
ayat-ayat yang menjelaskan halalnya jual beli dan haramnya riba. Juga
dengan ayat yang menjelaskan keharaman memperoleh harta dengan
menzhalimi orang lain.

Sayang, meskipun rambu-rambu itu begitu jelas dan tegas, masih
banyak manusia yang "tertarik" untuk melanggarnya. Praktik riba,
merebak di mana-mana. Korupsi, sudah menjadi tradisi sebagian
masyarakat negeri ini. Pencurian, perampokan, dan berbagai tindak
kriminal lainnya frekuensinya kian meningkat tajam. Semua itu adalah
pertanda, bahwa banyak manusia telah "kehilangan" hati nuraninya.
Mereka tak merasa bersalah sedikit pun, atau merasa sayang dan kasihan
kepada orang-orang yang mereka aniaya. Hukum rimba telah berlaku di
alam manusia.

- Kesombongan yang tak terasa

Sikap sombong dan membanggakan diri, terkadang juga menghinggapi
jiwa manusia, baik disadari atau tidak. Orang yang sombong, hanya
mencintai dan mau bergaul dengan orang-orang yang dipandang "sederajat"
dengannya. Bila ia kaya dan berpangkat, ia enggan bergaul dengan
orang-orang miskin, yang tidak sederajat dengannya. Tak jarang, mereka
bersikap tidak pantas kepada orang-orang yang dianggap rendah. Mereka
juga merasa berat, untuk mengeluarkan zakat.

Hendaknya, kita senantiasa berusaha menjauhi sikap sombong ini,
sekecil apa pun, karena Rasulullah n bersabda, "Kelak akan menimpa
umatku penyakit umat-umat terdahulu yaitu penyakit sombong, kufur
nikmat dan lupa daratan dalam memperoleh kenikmatan. Mereka berlomba
mengumpulkan harta dan bermegah-megahan dengan harta. Mereka terjerumus
dalam jurang kesenangan dunia, saling bermusuhan dan saling iri,
dengki, dan dendam sehingga mereka melakukan kezhaliman (melampaui
batas)." (Riwayat al-Hakim)

- Memandang bid'ah sebagai kebajikan

Di antara kita, banyak pula yang sangat mencintai amalan-amalan yang
dipandang sebagai kebajikan, padahal kenyataannya adalah kebid'ahan. Di
antaranya adalah tahlilan dan yasinan setelah kematian seseorang. Atau
memperingati kelahiran (maulid) maupun kematian (khaul) seseorang yang
dipandang sebagai orang shalih.

Sungguh, bila yang seperti itu adalah kebajikan dan suatu yang perlu
dilestarikan, maka Rasulullah n dan para sahabatnya adalah generasi
pertama yang akan melakukannya.

MEWUJUDKAN CINTA PADA SESAMA

Setelah mengetahui lika-liku jalan ke surga dan tipu daya jalan ke
neraka, maka seorang mukmin harus selalu mengupayakan dirinya untuk
meniti jalan menuju surga, dan mengajak orang-orang terdekatnya untuk
berbekal dengan takwa.

Setiap mukmin, tentu mencintai keluarganya. Setiap kita yang
mencintai keluarga, tentu tak akan rela bila di antara mereka masuk
neraka. Karena itulah, demi cinta kita, kita harus melaksanakan
perintah Allah l,

"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu
dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya
malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah
terhadap apa yang diperintahkan- Nya kepada mereka dan selalu
mengerjakan apa yang diperintahkan. " (At-Tahrim: 6)

Kepada mereka, yaitu suami atau istri kita, orangtua serta anak-anak
kita, kita harus berusaha melakukan amar ma'ruf nahi mungkar (mengajak
pada kebajikan dan mencegah kemungkaran) , semampu kita. Bagaimana kalau
mereka melakukan kemaksiatan? Kita harus berusaha menasihatinya,
diiringi dengan doa, agar Allah l menyadarkan dan memberi hidayah
kepada mereka.

Dalam lingkup yang lebih luas, cinta pada sesama harus kita wujudkan
pula dengan beramar ma'ruf nahi mungkar di lingkungan terdekat kita,
yaitu tetangga dan sanak famili.

YANG MESTI KITA BENCI

Segala jalan ke neraka, itulah yang selayaknya kita benci dan jauhi.
Demikian pula dengan orang-orang kafir serta orang yang suka menentang
kebenaran risalah yang dibawa Rasulullah n, hendaknya kita tidak
menjadikan mereka sebagai teman dekat.

Allah l berfirman,
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan
musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka
(berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal
sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang
kepadamu..." (Al-Mumtahanah: 1)

Semoga kita tidak akan salah lagi dalam menempatkan benci dan
cinta....Kita benci apa yang dibenci-Nya, dan kita cintai apa yang
dicintai-Nya. (ummu fauzan)



Selasa, Februari 10, 2009

WAHAI KAUM WANITA

"Ya Allah semoga Engkau karuniakan kepadaku suami sholeh baik akhlak maupun agama sehingga dapat membimbingku di dunia dan akhirat menjadikan keluarga sakinah sampai ajal menjemput dan Engkau pertemukan ke dalam surga Mu "

Do'a ini sering dipanjatkan oleh seorang gadis yang belum menikah. Hampir semua muslimah kalau ditanya menginginkan pendamping hidup seorang suami yang sholeh. Apakah si muslimah sudah tau yang dimaksud laki-laki sholeh? Atau...tidak tahu sama sekali! Apakah iya jika sudah menikah dia bersyukur dengan suami nya itu?


Semoga apa yang menjadi harapan kita kaum muslimah dikabulkan oleh Allah SWT. Amin Ya Rabb...

WAHAI MUSLIMAH
Tau kah kamu, lelaki yg sholeh amatlah takut kepada Allah. Salah satunya adlh SHOLAT. Lelaki yg sholeh akan menyuruh malah memaksa istrinya mengerjakan sholat. Tp, knp anda bandel tdk mau nuruti suami? Kenapa ketika diajak QIYAMUL LAIL anda marah-marah kepada suami?Dulu ktka masih gadis, menginginkan suami yg sholeh, tp knp anda marah diajak sholat malam oleh suami ketika dibangunkan?

WAHAI MUSLIMAH
Tau kah kamu, lelaki yg sholeh tdk akan membiarkan istrinya keluar rumah atau mengenakan pakaian sesuka hati. Atau berhias dan bedandan yang berlebihan.Suami yg sholeh akn memastikan istrinya tertutup aurotnya. Tp, knp anda tidak mau mendengarkan ajakan dan larangan suami untuk tdk keluar rumah dan berhias berlebihan?Dulu ktka masih gadis, menginginkan suami yg sholeh, tp setelah menjadi istrinya kenapa berani membantah perintahnya.

WAHAI MUSLIMAH
Tau kah kamu, lelaki yg sholeh akan menjadikan masjid rumah keduanya. Dia akan senang berjamaah dan berdzikir di masjid. Tp anehnya,Dulu ktka masih gadis, menginginkan suami yg sholeh,knpa anda tidak suka bila suami anda terlalu asyik beribadah dan beri'tikaf di masjid.

WAHAI MUSLIMAH
TAu kah kamu, lelaki yg sholeh amat ta'at kepada kedua ibu bapaknya. Bhkn, baktinya kepada orang tua melebihi kepada istri. Hal ini yg m'nyebabkan si istri CEMBURU. Dulu ktka masih gadis, menginginkan suami yg sholeh,tp knp anda marah ketika suami anda berbakti kepada orang tuanya.

WAHAI MUSLIMAH
Tau kah kamu, lelaki yg sholeh tdk akan hdup bermewah-mewah. Uangnya bnyak di hbskan untuk beramal dalam perjuangan. Dulu ktka masih gadis, menginginkan suami yg sholeh,tp knp anda tdk ikhlas harta suami dipergunakan untuk perjuangan di jalan Allah.

Sekilas uraian diatas, masih bnyak sikap suami yg sholeh. Jika memang menginginkan suami yg sholeh, ikutilah jejak langkahnya untuk menggapai keselamatan dunia dan akhirat.

Janganlah malu untuk berdo'a, apalagi dlm menentukan pendamping hidup. Semoga Allah membimbing kita semua agar dipertemukan dengan seseorang yg dpt mnjadikan hidup kita lebih sempurna. Amin.

Jika kita mengginginkan pendamping hidup yang sholeh maka kita harus berusaha untuk menjadi Wanita Sholehah. Karena pasangan mu ada pada jenis mu sendiri.




Senin, Februari 02, 2009

tumbas kebun di SURGA

Suatu ketika, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang bersedekah, di surga nanti, ia akan memiliki seperti yang ia sedekahkan.”

Abu Dahdah bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, aku
memiliki dua kebun. Apabila salah satunya kusedekahkan, apakah kelak
aku akan memiliki kebun seperti itu di surga?’

Rasulullah SAW menjawab, “Benar.”

Abu Dahdah kembali bertanya, “Apakah istri (Ummu Dahdah) dan anak-anakku juga akan bersamaku di surga?”

Rasulullah SAW menjawab, “Benar.”

Abu Dahdah pun membulatkan tekadnya untuk menyedekahkan kebunnya
yang terbaik.
Sesampainya di kebun itu, ia berjumpa dengan istri dan
anak-anaknya. Ia pun menegaskan kepada mereka, “Aku akan menyedekahkan
kebun ini. Dengan begitu, aku membeli kebun seperti ini di surga.
Adapun engkau, istriku, akan bersamaku dan seluruh anak kita.”

Tiba-tiba saja meneteslah air mata bahagia dari kedua pelupuk mata istrinya yang beriman itu.

Istri Abu Dahdah lalu berkata, “Semoga yang engkau jual dan beli diberkati Allah SWT, wahai suamiku.”

Istri Abu Dahdah kemudian segera memanggil anak-anaknya dan
meninggalkan kebun itu karena sudah bukan milik mereka lagi. Akhirnya,
kebun itu menjadi milik umat Islam yang miskin.

Kisah diatas dikutip oleh al-Kalbi dalam tafsirnya saat menjelaskan surah al-Baqarah ayat 245,

“Barangsiapa
meminjami Allah dengan pinjamannya yang baik maka Allah melipatgandakan
ganti kepadanya dengan banyak. Allah menahan dan melapangkan (rezeki)
dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan.”

Kisah ini juga diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib. Kisah ini
mengingatkan kita bahwa apa yang tengah kita genggam sekarang ini, apa
yang kita miliki kini, pada hakikatnya tidaklah memiliki arti apa-apa
bila tidak kita infakkan, bila tidak kita sedekahkan di jalan Allah.

Harta yang diperhitungkan oleh Allah untuk diberi balasan kenikmatan
surga bukanlah harta yang kita peroleh kemudian kita simpan, melainkan
harta yang kita peroleh dengan jalan yang halal kemudian kita infakkan
(nafkahkan) dan kita sedekahkan.

Abu Dahda, seorang sahabat Nabi, ketika mendengar bahwa sedekah yang
kita berikan akan diganti oleh Allah dengan ganti yang setimpal, bahkan
lebih, dengan segera menginfakkan salah satu dari dua kebunnya, bahkan
kebunnya yang terbaik. Ia berharap
Allah akan menggantinya dengan kebun
serupa di surga kelak.

Kisah ini dapat kita jadikan bahan renungan dan cerminan, apakah
sudah seperti itu upaya kita untuk mendapatkan hal yang sepadan di
akhirat kelak dengan apa yang kita infakkan di dunia ini. Apakah infak
dan sedekah yang kita keluarkan hanyalah serpihan-serpihan kecil atau
remah-remah dari harta kita yang tidak berarti dan tidak kita
perhitungkan?

Seorang teman pernah berseloroh, “Bila Anda merasa berat sewaktu
berinfak dengan sepuluh ribu rupiah, tetapi merasa ringan sewaktu
berinfak dengan seribu rupiah, seukuran itu pulalah kualitas Anda.
Semakin ringan Anda mengeluarkan infak dalam jumlah yang semakin besar
dalam kemampuan Anda, sebesar itu pulalah kualitas Anda.”

Dalam sebuah hadits qudsi, Allah berfirman,“Berikan hartamu maka Aku akan memberi kepadamu.” (HR Bukhari dan Muslim)

Karena itu, jangan ragu-ragu untuk berinfak dan bersedekah. Biarkanlah
diri Anda memberi. Bila Anda melakukannya dengan ikhlas dan kerendahan
hati, banyak berkah Ilahi yang mengalir kepada Anda.

Tujuh manfaat bersedekah:

1. membebaskan dari kesulitan,

2. menyembuhkan penyakit,

3. memelihara harta benda,

4. meredakan murka Allah,

5. menarik cinta kasih manusia,

6. membuat hati yang keras menjadi lembut, dan

7. menambah keberkahan usia.

Dalam sebuah pepatah dikatakan, “Sebaik-baik harta adalah yang kamu
infakkan (sedekahkan) dan sebaik-baik ilmu adalah yang memberimu guna.”

Jakarta, 28 Januari 2009

Dadi M. Hasan Basri
------------ --------- --------- ---sumber : eramuslim.com





Rabu, Januari 28, 2009

Gerhana, Gempa, Perang dan Salat Kusuf

Gerhana, Gempa, Perang dan Salat Kusuf
Mawlana Syaikh Nazim Adil al-Haqqani an-Naqshbandi qs

Bismillahir Rohmaanir RohimHabis Gerhana selalu ada pukulan 2-3 detik dan 100.000 orang berada di bawah pengaruhnya sekarang? Setelah Gerhana pasti ada sesuatu? Perang akan segera datang! Peradaban manusia tidGerhana, Gempa, Perang dan Salat Kusufak akan menjadi seperti hari-hari sebelumnya. Kini, seperti daun yang menguning dan gugur, mereka segera rontok, satu setelah yang lain.Pada tanggal 29 Maret 2006, gerhana matahari terlihat di Siprus pada siang hari. Mawlana Syekh Nazim Ù‚ memerintahkan semua orang yang berada di sana untuk melakukan salat atas peristiwa gerhana (Salat Kusuf) ini selepas Salat Zuhur. Syekh Adnan Ù‚ memimpin pelaksanaan salat.
Pada rakaat pertama, beliau membaca Surat al-Fatihah, dilanjutkan dengan Yasiin, ar-Rahmaan, dan al-Waqiyah sedangkan pada rakaat kedua, beliau membaca Surat al-Fatihah yang dilanjutkan dengan Surat al-Mulk, al-Insan, an-Naba serta beberapa surat pendek. Setelah salat mereka melakukan zikir yang panjang yang menekankan pada istighfar (memohon ampun pada Allah) sampai gerhana berakhir.Sehari sebelumnya Mawlana Syekh Nazim ق meminta murid-muridnya untuk tidak keluar rumah lebih dari seperlunya. Beliau juga meminta murid-muridnya untuk memberikan sedekah lebih banyak dari biasanya. Juga agar Salat Kusuf dilakukan sebanyak 2 rakaat (tidak perlu mengumandangkan azan untuk salat ini, tetapi lebih baik jika dilakukan secara berjamaah, Mawlana meminta agar salat dilakukan pada pukul 13.30). Pada setiap rakaat, dibaca Surat al-Fatihah sekali, kemudian Surat al-Ikhlash 100 kali. Ketika ruku, ucapkan, ‘Subhaana rabbiyal azhiim' dan setiap kali sujud dibaca, ‘Subhaana rabbiyal a’la' 100 kali. Setelah salat baca selawat seperti, ‘Allaahumma shalli `ala Sayyidana Muhammadin wa `ala aali Sayyidana Muhammad’ 100 kali atau lebih. Jangan menatap ke langit untuk melihat gerhana!Sekarang mereka orang-orang sangat takut ketika terjadi gerhana matahari. Mereka ketakutan! Sebelumnya mereka berkata: “Tidak ada akibat dari gerhana matahari bagi bumi�, tetapi lewat 50 tahun yang lalu atau meemasuki abad ke 20 mereka mengambil pelajaran bahwa sesuatu selalu terjadi setelah sebuah gerhana, bulan atau matahari, tetapi terlebih lebih gerhana matahari. Mereka telah mencobanya.Pada permulaan bulan suci Ramadhan ini terjadi gerhana matahari. Bahkan di sekolah-sekolah di Syria ditutup, karena betul-betul gelap dan para siswa bisa terancam bahaya dan tepat setelah ini terjadi, terjadi gempa bumi. Dan sebelum yang lain, sebuah gerhana bulan total telah datang dan muncul Tsunami. Langsung datang! “…wa idha biharu-l fujjirat�…dan kemudian “sujjirat� juga. Qur’an suci berfirman: “(Akan) datang kepada manusia pada suatu masa bahwa laut akan meluap dan membuat gelombang besar dan kekacauan pada benua, pada peradaban manusia.� Dan ini semua telah terjadi! Kemudian, pada tahun 1991 atau tahun 1995, bulan Agustus, terjadi gerhana matahari total. Saya shalat berjam-jam sampai gerhana matahari selesai; Saya shalat di sini dengan jamaah Darwish saya dan ini telah lewat dan sangat lama. Dan kemudian terjadi gempa bumi, kalian tahu mungkin setengah juta orang meninggal dunia, tetapi pemerintah tidak berkata sejujurnya! Di Turkey ini terjadi. Mereka telah mengambil pelajaran!Dan kini terjadi lagi! (Dan) kini mereka berkata (juga): “(Pada) 29 Maret (akan terjadi) Gerhana Matahari total�, dan (juga) orang-orang sekarang ketakutan,karena (mereka) tinggal di bangunan beton. Dan saya berkata: “Merendahlah! Jangan Meninggi seperti Nimrod!� Nimrod membangun menara yang tinggi. “Hai Manusia, kalian terlalu angkuh, merendahlah!�Lihatlah dimana-mana mereka menghancurkan rumah-rumah kuno, kemudian membangun bangunan tinggi dan membangun blok-blok beton dan kemudian nbangunan tersebut runtuh ketika terhadi gempa bumi - beton membuat mereka seperti roti jala, Roti Gepeng dari India. Di India orang-orang dalam waktu beberapa jam menjadi sperti roti gepeng. Gempa bumi membuat bangunan tinggi bergoyang dan kemudian runtuh. Ya karena semua adalah bangunan beton yang berbahaya. Kemudian saya katakan kepada orang-orang: “Hai orang-orang, tinggalkan itu gedung beton! Tinggalkan apartemen-aparteman kalian, buatlah rumah dari tanah liat, batu bata, dan buatlah satu atau dua tingkat saja dimana lantai atasnya dari kayu.�Saya mencoba untuk membuat di sini sebuah zawiyah pusat dzikir baru terbuat dari batu bata dari tanah. Saya tidak suka bangunan beton yang mereka buat di sebelahnya, tetapi salah satu saudara kita yang kurang mengerti telah membuat bangunan beton ini tanpa meminta ijin dari saya. Saya akan naik ke atas gunung untuk membuat sebuah (pusat dzikir di sana dari rumah tanah liat /batu bata. Sehingga jika ada gempa datang seperti ini (menggoncang rumah dari sisi-sisnya) , rumah tsb tidak bergerak, dan jika gempa itu datang seperti itu (dari dalam tanah), juga tidak akan terjadi apa-apa.Ya karena rumah itu dibangun dengan konstruksi kayu ini, bukan beton. Jika ada yang mau membangun bangunan beton di sana, Saya akan melemparkannya: “Pergi ke India, buat bangunan beton di sana!�Setiap kota kuno musnah, desa kuno musnah, Semua orang membuat rumah dari beton. Dan ini akan terjadi dimana-mana gempa bumi yang akan menghancurkan bangunan apartemen, hotel dan seluruh bangunan beton. Dan ini akan terjadi juga di Iran. Kalian harus kembali kepada alam.Saat ini semua orang takut akan Flu burung. Dan mereka menyuntik burung-burungnya dengan anti virus, tetapi kenyataannya seluruh dunia penuh dengan flu burung. Jika kaliam mau berpikir maka ini adalah salah satu tanda dari surga, satu sinyal dari Allah. Kalian piker dengan membakar seluruh burung-burung itu kalian dapat mencegahnya. Haram untuk membakar mahluk hidup, seluruh kitab suci mengharamkan membakar mahluk hidup. Bahkan kalian diharamkan untuk membakar seekor semut. Tetapi mereka tetap membakar jutaan burung untuk sesuatu yang percuma. Mereka adalah atheis, mereka mengatakan tak ada Tuhan. Astaghfirullah!Allah akan menghukum manusia ini, dan kemarahanNya akan segera datang. Dia sanggup menciptakan virus lain yang akan memusnahkan manusia dimana dalam waktu 24 jam setengah dari penduduk bumi akan musnah. Berhati-hatilah. Datang dan terimalah kebenaran Allah. Jangan percaya dengan para scientis atheis itu. Dengarkan kata-kata Allah dalam kitab suci. Dengarkan peringatan surga, karena jika kalaian mengabaikannya maka kalian akan musnah. Tak seorangpun mampu menyelamatkan kalian. Maka mohonlah ampunan Allah, jangan ikuti setan, setan akan berbuat apapun untuk menyelewengkan kalian dari perintah Allah. Rahmat Allah hanya akan datang setelah ampunannya. Maka pertama kita harus memohon ampun atas segala kekufuran kita, atas segala ide buruk dan kesalahan perbuatan kita yang melanggar semua laranganNya dan mengabaikan perintahNya. Maka Allah akan mengampuni taubat kalian kemudian Dia akan menyelamatkan kalian.Mudah-mudaham Allah memberkahi seluruh mahluk, atas kemuliaan Sayidina Muhammad sallallahu alaihi wassalam kekasihNya. Fatihah.Wa min Allah at Tawfiqwasalam, arief hamdani


Selasa, Januari 06, 2009

Yahudi Zionis Lebih Buruk dari Firaun

Yahudi Zionis Lebih Buruk dari Firaun

Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menyatakan serangan biadab Israel ke Jalur Gaza adalah bukti bahwa Yahudi Zionis tidak punya nilai-nilai moral dan bukan pengikut sejati Nabi Musa.
Saat diwawancarai di provinsi Sistan-Baluchistan sebelah tenggara Iran, Ahmadinejad mengatakan "Yahudi Zionis Israel adalah ...

sekelompok penjahat, pencuri dan pembohong. Mereka berpura-pura menjadi pengikut Nabi Musa. Jika Nabi Musa ada di sini sekarang, dialah orang pertama yang akan menghukum kaum Yahudi Zionis atas perbuatan mereka."
Ahmadinejad menyebut perbuatan Zionis Israel bahkan lebih buruk dari perbuatan Firaun. Serangan keji Israel ke Gaza, kata Ahmadinejad, adalah perbuatan orang-orang barbar dan perbuatan semacam itu tidak akan mendapat tempat di hati masyarakat dunia.
Di Iran, aksi unjuk rasa memprotes agresi Israel masih terus berlangsung dengan sasaran kantor-kantor perwakilan negara asing. Tokoh dari Revolusi Islam Mehdi Mir-Ahmadi menyatakan, Iran bukan hanya mengizinkan aksi-aksi unjuk rasa anti-Israel tapi juga mendorong agar aksi-aksi massa itu terus dilakukan.
Namun Mir-Ahmadi menyerukan agar para pengunjuk rasa tidak melakukan kekerasan atau menyerang kantor-kantor perwakilan negara asing. "Kesepakatan- kesepakatan internasional melarang pengunjuk rasa masuk ke kantor-kantor dan gedung-gedung perwakilan negara asing," ujarnya di tengah aksi unjuk rasa hari Kamis kemarin.
Ia menyerukan hal tersebut setelah terjadi bentrokan saat unjuk rasa di depan kantor kedutaan besar Inggris di Teheran. Aksi unjuk rasa yang digelar mahasiswa Iran juga berlangsung di dekat kantor kedutaan besar Yordania dan Mesir, mereka memprotes sikap negara-negara Arab yang lambat atas agresi Zionis Israel di Gaza.
Dalam aksi unjuk rasa di depan kantor kedutaan besar Inggris, para pengunjuk rasa berhasil menurunkan bendera Inggris dan menggantinya dengan bendera Palestina. Para pengunjuk rasa mengutuk sikap Inggris yang mendukung serangan Israel ke Jalur Gaza.
Pasukan Zionis Israel bukan hanya membantai warga Gaza tapi juga terus melakukan teror terhadap warga Palestina di Tepi Barat. Tentara-tentara Zionis itu kembali melakukan penyerbuan dan menangkapi warga Palestina yang tak berdosa.
Mereka menyerbut tiga kota di Tepi Barat hari Kamis (1/1) antara lain ke Nablus, al-Khalil dan al-Quds Timur dan menangkap 15 warga Palestina. Satu hari sebelumnya, pasukan Zionis juga menangkap sekitar 20 warga dan dua anak Palestina tanpa alasan yang jelas.
Tentara-tentara Israel itu secara rutin melakukan penyerbuan dan penangkapan di Tepi Barat meski sudah ada kesepakatan keamanan antara pihak Israel dan otoritas pemerintahan Palestina di Tepi Barat yang dipimpin Mahmud Abbas dari Fatah.